Saatnya Bono Menyapa Dunia

By Trip Riau  |  09 Maret 2016 14:23:28 WIB  |  News

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal menyerahkan cindera mata kepada 3 peselancar dari Australia. Foto: tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com – Pemecahan rekor dunia berselancar di Gelombang Bono, Teluk Meranti, Pelalawan yang dilakukan tiga peselancar asal Australia bisa menjadi momen tepat untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal berharap, jumlah kunjungan wisatawan juga ikut terdongkrak melalui agenda pemecahan rekor dunia ini.

‘’Kita berharap ini juga bisa mendongkrak pariwisata Riau dan Pelalawan khususnya, untuk kunjungan wisatawan di destinasi wisata minat khusus ini,’’ sebutnya dalam jumpa pers dengan tiga peselancar Australia, Selasa (9) kemarin, di Pekanbaru.

Menurutnya, Disparekraf Riau punya ekspektasi tinggi berkaitan dengan kunjungan wisatawan. Apalagi, saat ini sudah ada jalur masuk ke Teluk Meranti via Batam.

‘’Sudah ada speadboat 1000 PK, itu artinya 5 mesin dari Batam ke Teluk Meranti. Jarak tempuhnya cuma 3 jam,’’ jelasnya.  

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pelalawan Zulkifli menyebut, pemecahan rekor ini merupakan kali kedua yang dilakukan surfer asing. Sebelumnya, peselancar dari United Kingdom Steve King pernah mencoba namun gagal.

 ‘’Dia tertangkap kamera jatuh, jadi gagal,’’

Zulkifli menambahkan, kemungkinan pada April mendatang sebuah majalah dari Australia juga akan datang ke Pelalawan khusus untuk mendokumentasikan dahsyatnya ombak Bono yang ada di Teluk Meranti.  

‘’Kita akan gaungkan ke dunia. Dan niat kita Bono menyapa Indonesia dan dunia akan terwujud,’’ harapnya.

Menurut salah satu surfer dunia dari Indonesia Arya Subiyakta, gelombang sungai yang bisa disurfing cuma ada 5 di dunia.

‘’Satu di Indonesia, dua di Asia Tenggara, tiga di Asia, dan lima di dunia. Dan sekarang Seven Ghost jadi gelombang pasang terbaik di dunia,’’ katanya Zulkifli menjelaskan.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -