Lawan Korupsi, Peviart “Coret” Tembok SPN

By Trip Riau  |  14 Maret 2016 13:53:57 WIB  |  Community

Peviart (Pekanbaru Visual Art) membuat mural atau lukisan di media dinding pada tanggal 12 Maret 2016 lalu. Foto: Peviart fot tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com- Gerakan anti korupsi terus berlangsung dari segala lapisan masyarakat. Tidak terkecuali dari para seniman muda Pekanbaru. Menggunakan media tembok Sekolah Polisi Negara (SPN) di Jalan Letjen S. Parman, mereka menyampaikan aspirasi anti korupsi. Berbagai ungkapan kebencian terhadap korupsi mereka sampaikan melalui kreatifitas.

Tembok SPN di Jalan Letjen S. Parman selama ini dikenal sebagai spot gambar dinding di Pekanbaru. Bekerja sama dengan TII (Trasnparacy Internasional Indonesia), sebuah lembaga yang bergerak dalam melawan korupsi, Peviart (Pekanbaru Visual Art) membuat mural atau lukisan di media dinding pada tanggal 12 Maret 2016 lalu.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pihak SPN dengan memperbolehkan tembok SPN menjadi media bagi para seniman muda untuk berkreasi dan menyampaikan aspirasi.

Kritikan, perlawanan dan ketidaksukaan terhadap korupsi mereka tuangkan dengan cara yang berbeda.

Melalui tema “Hilangkan Budaya Korupsi di Bumi Melayu”, puluhan seniman yang tergabung di dalam komunitas ini meramaikan dinding tembok pagar SPN dari pagi hingga malam.

“Tema ini sengaja diangkat oleh Peviart sebagai wujud protes kami. Ini bentuk perlawanan dari perupa muda yang ada di Pekanbaru terhadap tindak kejahatan korupsi,” ujar Yuri, salah satu penggerak Peviart.

Para seniman muda yang turut berpartisipasi berjibaku menghasilkan puluhan karya. Bermodalkan cat, kuas dan sentuhan seni, mereka menolak korupsi melalui karya seni.

Sebanyak 21 karya yang menyatakan anti korupsi mereka hadirkan di tembok pagar SPN. “Ini adalah suara hati kami,” tegas Yuri.

Kegiatan ini mendapat dukungan positif dari masyarakat. Para pengguna jalan menyempatkan untuk memuji dan menyemangati para pemural.

“Ini salah satu cara yang bagus untuk menyampaikan aspirasi, apalagi mereka anak muda yang kreatif” ujar Ida, salah satu pengguna Jalan Letjen S. Parman.

 

Penulis: Amelia Aidilla

Editor: Rio Sunera



Tags:  -