Tips Mendaki Gunung untuk Wanita

By Trip Riau  |  15 Maret 2016 17:39:11 WIB  |  News

Sebelumnya olahraga ekstrem ini didominasi kaum pria, belakangan wanita juga banyak melakukan aktivitas mendaki gunung. Foto: www.vemale.com

Tripriau.com - Mendaki gunung menjadi salah satu kegiatan yang tengah ngetrend saat ini. Bila sebelumnya olahraga ekstrem ini didominasi kaum pria, belakangan wanita juga banyak melakukan aktivitas mendaki gunung.

Nah, bagi para wanita yang ingin mendaki gunung, berikut kami berikan tipsnya seperti dikutip dari hipwee.com: 

1. Mulai Olahraga Ringan, Minimal Seminggu Sebelum Berangkat

Buat para cewek yang jarang olahraga, alangkah baiknya mulai berolahraga minimal seminggu sebelum naik gunung agar otot-otot tidak tegang dan shock nantinya. Kamu bisa
coba senam pagi, jogging, atau berenang agar nafasmu lebih panjang dan teratur saat di dataran tinggi nanti.

Dengan begitu kamu tidak mudah lelah dan kehabisan tenaga saat mendaki. Kamu juga lebih mudah mengatur nafas, jadi kamu tidak terlalu ngos-ngosan saat berjalan jauh.

2. Bawa Tisu Basah dan Tisu Kering

Di atas gunung, kita kadang tidak bisa memperkirakan soal ketersediaan air. Untuk itu, kamu perlu membawa tisu basah dan tisu kering demi urusan bersih-bersih badan.
Kamu gak mau kan minyak, keringat dan debu nempel berhari hari di kulit cantikmu? Selain itu, kedua benda ini juga bisa dipakai dalam urusan bersih-bersih perkakas
makan

3. Pakai Pakaian Khusus Mendaki, yang Menyerap Keringat Namun Tetap Mampu Menghalau Suhu Dingin dan Angin

Biasanya, pada saat awal perjalanan, kita akan merasakan suhu lingkungan yang dingin sehingga kita cenderung memilih menggunakan jaket. Namun beberapa saat kemudian
terkadang kita akan merasakan gerah karena panas tubuh yang keluar sepanjang perjalanan. Tapi baju yang terlalu tipispun juga bisa bikin kamu masuk angin. Maka dari
itu, kamu lebih baik gunakan pakaian khusus mendaki yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis.

4. Bawa Deodorant

Tentu kamu nggak mau kan teman satu tim-mu harus menahan nafas sepanjang perjalanan karena bau badanmu? So, jangan lupa gunakan deodorant. Jika perjalananmu cukup
lama, kamu bisa menggunakannya setiap pagi setelah membersihkan badan, sebelum perjalanan dimulai lagi.

Jangan menggunakannya dalam kondisi badan sedang berkeringat, selain tidak sehat karena kondisi pori pori yang tidak bersih dapat memicu kanker, bau ketiak juga bisa
makin tidak karuan.

Lebih baik bersihkan ketiak dengan tisu basah terlebih dahulu, lalu biarkan mengering, setelah itu baru gunakan deodorant favoritmu. Perjalananmu akan lebih
menyenangkan, karena kamu bisa tampil percaya diri dan wangi.

5. Jangan Malas Pakai Sunblock

Udara gunung itu kadang panas, kering, terik, tapi dingin. Nah lho, bingung juga kan kulitnya? Untuk itu sangat disarankan bagimu menggunakan sunblock, minimal SPF 30
untuk mengantisipasi kulit terbakar.

Apalagi buat cewek-cewek yang mempunyai kulit sensitif, wajib banget pakai benda satu ini demi melindungi kulitmu.

Sebagai salah satu item penting yang harus kamu bawa ketika naik gunung, sebaiknya sunblock kamu letakkan di bagian tas yang mudah terjangkau. Jadi kamu bisa gunakan
kapan saja, minimal di bagian kulit yang selalu terpapar matahari — seperti telapak tangan dan wajah.

6. Selipkan Kacamata Hitam di Tas Kecilmu

Kacamata hitam bisa kamu gunakan untuk melindungi mata dari teriknya matahari. Benda ini juga bisa melindungimu dari kepulan debu yang tersisa dari para pendaki
sebelumnya.

Selain itu tentu juga bisa buat gaya. Agar tetap praktis dan terjangkau tangan, kamu bisa menyelipkannya di tas kecilmu atau di bagian atas carrier-mu.

7. Jangan Lupa Bawa Slayer Atau Kain Kecil

Slayer atau kain tipis juga wajib kamu bawa. Secarik kain yang tidak banyak memakan tempat dalam carriermu ini bisa kamu gunakan untuk melindungi lehermu dari
kedinginan.

Kain ini juga bisa kamu gunakan sebagai penutup kepala saat langit sedang terik. Selain itu, menggunakan kain warna-warni di kepalamu juga bisa bikin kamu jadi tambah
eye catching.

8. Lindungi Tanganmu Dengan Sarung Tangan

Sarung tangan juga bisa berfungsi ganda. Pertama, saat perjalanan biasanya kamu akan menemui tanjakan yang memaksamu harus merangkak, dan berpegangan pada pohon-pohon
besar yang bisa jadi berduri. Nah sarung tangan membuat tangan kita menjadi lebih aman.

Selain itu, disaat malam, benda satu ini juga bisa kamu gunakan untuk menghangatkan tanganmu.

9. Perkara Buang Air Besar dan Kecil Di Tempat Terbuka? Ini Solusinya

Hal satu ini memang jadi dilema yang tak terhindarkan buat para cewek yang mau mendaki gunung. Di atas gunung nggak ada toilet, jadi mau tak mau kamu harus ikhlas
buang hajat di alam terbuka. Aneh? Awalnya iya sih, tapi lama kelamaan juga biasa kok.

Kalau rasa ingin buang air datang, segera carilah tempat yang tersembunyi. Pilihlah dataran rata yang lokasinya cukup jauh dari tenda, agar tidak ada pendaki lain yang
melihatmu.

Selain itu, agar tidak terlalu terekspos, kamu bisa juga mengenakan ponco atau sarung sebagai penutup. Buang air di gunung, kamu bisa menikmati pemandangan paling
indah dibanding toilet manapun.

10. Jaga Menu Makanmu

Tenang, buat kamu para cewek yang gak pengan gendut. Kita tahu, mie instan memang makanan yang paling praktis bisa diolah dimana saja dan gampang. Tapi selain gak
sehat, kita bosan juga ‘kan kalau kita makan mie instan terus selama di gunung?

Nah, di atas gunung kita juga masih bisa makan sehat lho. Gak ribet kok. Misalnya saja kamu bisa bikin sop kacang merah. Persiapkan semua bahan dalam bentuk potongan
dari rumah.

Kamu bisa membawa minyak dalam botol kecil, misalnya di dalam botol bekas kecap. Kalau mau bawa telur, simpanlah di egg holder atau kamu masukan dalam kantong yang
berisi beras. Untuk menu makanan di atas gunung, pilihlah makanan yang sehat, dan berkalori tinggi.

12. Penting Banget Buat Tahu Tanggal Mentruasi

Persiapkan pembalut dan beberapa pakaian dalam bersih untuk berjaga-jaga kalau misalnya “tamu bulanan” tiba-tiba datang.

Jangan lupa bawa obat pereda nyeri haid. Dan kalau kamu mendaki dalam kondisi menstruasi, pastikan kamu membawa beberapa plastik kecil untuk menyimpan bekas
pembalutmu.

Letakkan bekas pembalut di kompartemen tersendiri dalam carrier-mu, selalu sisahkan dari barang yang lain.

Jangan malas mengganti pembalut. Di tengah aktivitas fisik yang berat, terkadang kuantitas menstruasimu juga bisa meningkat. Selain itu, dalam kondisi minim air,
penting bagimu mengganti pembalut secara teratur demi menjaga kebersihan. Satu yang pasti, jangan pernah meninggalkan bekas pembalutmu di atas gunung.

Editor: Rio Sunera



Tags:  -