Melihat Geliat Olahraga Para Raja di 'Negeri Istana'

By Trip Riau  |  17 Maret 2016 14:19:33 WIB  |  News

Disebut olahraga para raja, lantaran panahan sudah menjadi pengetahuan wajib di lingkungan kerajaan. Foto: Humas Pemkab Siak for tripriau.com

Siak, tripriau.com – Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) sudah hadir di Kabupaten Siak. Olahraga para raja ini hadir sejak Desember lalu.

Disebut olahraga para raja, lantaran panahan sudah menjadi pengetahuan wajib di lingkungan kerajaan. 

Inilah yang membuat olahraga panahan ini akan menjadi lebih istimewa di Siak dibanding di daerah lain yang ada di Riau. Sebab, selama ini Siak dikenal dengan ‘’Negeri Istana’’.

"Dan ini pulalah yang membikin beban moral kami lebih besar untuk mengembangkan olahraga ini di Siak,’’ cerita Siswanto, Sekretaris Perpani Kabupaten Siak, Kamis (17/3). Dia ditemani Ketua Perpani Siak, Alfarizi.  

Meski baru hitungan bulan, Perpani Siak sudah menggeber banyak hal. Mulai dari perekrutan calon atlet, sosialisasi dan siap-siap menyusun pengurus minimal di lima kecamatan. 

"Sampai sekarang kami sudah punya 6 orang calon atlet. Mereka, 4 orang siswa SMP dan sisanya SMA. Mereka dilatih saban Senin, Selasa, Kamis dan Minggu oleh tiga orang pelatih. Dua orang pelatih lokal dan satu lagi dari provinsi. Saya juga ikut melatih. Kebetulan saya sudah punya sertifikat pelatih Traning ForTrainer Indonesian Archery School Program (TFT INASP),’’ kata lelaki 38 tahun ini. 

"Kalau anak-anak kami mau ikut latihan, datang saja ke pelataran parkir Gedung LAMR Siak di kawasan Jalan Hang Tuah, Siak Sri Indrapura di hari-hari yang disebut tadi,’’ Alfarizi mengajak. 

Lelaki 43 tahun ini mengaku semangat mengembangkan olahraga panahan lantaran semangat Pemkab Siak untuk melestarikan kebudayaan melayu Siak.

"Seperti dibilang tadi, panahan ini olahraga tradisi kerajaan. Bahkan di jaman para nabi, mahir  memanah itu dianjurkan nabi. Kata nabi, ajarilah anakmu berenang, memanah dan berkuda," ujar Alfarizi.     

Ini pula kata Alfarizi yang membikin sejarah di Indonesia mencatat bahwa ketua pertama olahraga panahan dijabat oleh Sri Paku Alam VIII, dari Keraton Yogya.   

"Saya berharap orang tua kami yang ada di Siak, menganjurkan anak-anaknya untuk mau belajar memanah. Sebab itu tadi, selain selaras dengan misi pemerintah dan tradisi kita sebagai orang melayu yang notabene beragama islam. Olaraga ini juga sangat bagus untuk meyehatkan tulang belakang, lho" ujar Alfarizi. 

Panahan juga, kata Siswanto, cocok dikembangkan di Siak Sri Indrapura yang sudah jadi destinasi wisata.

"Kita bisa membikin panahan ini jadi semacam archery tag games. Ini kan bisa menambah warna objek wisata yang bisa dinikmati orang saat datang ke 'Negeri Istana’,’’ ujarnya. (hms)

Editor: Rio Sunera



Tags:  -