Syamsuar: Haaa..., Kalah Jugo Singapura Oleh Siak

By Trip Riau  |  17 Maret 2016 21:07:34 WIB  |  News

Bupati Siak, para pelajar berprestasi, dan guru pendamping foto bersama. Foto: Humas Pemkab Siak for tripriau.com

Siak, tripriau.com – Gembira, haru, itulah yang dirasakan Bupati Siak Syamsuar, Rabu (16/3) malam saat bercengkrama dengan empat sekawan, anak-anak jenius asal SMPN 1 Mempura.

“Vietnam jugo ikut datang kan? Laos jugo yo?,” tanya Syamsuar kepada Edi Saputra, guru pendamping empat sekawan tadi.

 “Iyo, Pak. Datang semuo,” Edi menjawab.

“Setau Sayo cuma Timor Leste yang tak datang, yang lain ikut lomba semua termasuk Singapura yang sering dibanggakan orang tu. Tapi, akhirnyo pernah kalah jugo samo Siak,” wajah Syamsuar nampak berbinar.

Empat sekawan, Muhammad Iqbal, Asma Wati, Ade Arya Irawan dan Safiga Arinda, adalah siswa-siswi kelas VII SMPN 1 Mempura yang baru saja membawa pulang penghargaan bergengsi tingkat ASEAN. Yakni menjadi juara harapan 1 pada kategori eksebisi pencarian peneliti muda yang digelar oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization - Regional Centre for Education in Science and Mathematics (SEAMEO-RECSAM) di Penang, Malaysia.

Para pesaing empat sekawan ini justru para senior, anak-anak SMA dari seluruh ASEAN. Termasuk juara I dan II dari Filipina dan juara III dari SMAN 38 Jakarta.

Da Pong Rata Naswan, Presiden SEAMEO ASEAN yang langsung menyerahkan penghargaan itu. Dapong ditemani Direktur Reksam Malaysia, Datuk Muhammad Johan bin Zakaria dan Direktur Sekretariat Seameo ASEAN, Gatot Prio Wirianto.

Syamsuar secara khusus mengundang siswa-siswi ini makan malam di rumah dinasnya di kawasan Jalan Raja Kecik, Siak Sri Indrapura. Para orang tua mereka serta guru pendamping juga ikut dijamu.

Sudah menjadi kebiasaan Syamsuar untuk menyemangati orang, apalagi yang berprestasi, bahwa kata dia, Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Siak tak kalah bersaing dengan orang luar.  

“Saya sampaikan ini, sebab orang luar selalu membangga-banggakan negara tetangga yang katanya hebat-hebat itu. Padahal kita tak kalah hebat, cuma peluang dan kesempatan saja yang susah didapat,” bebernya.

Harapan yang besar dititipkan Syamsuar kepada seluruh anak-anak berprestasi di ‘Negeri Istana’.

“Anak-anakku, teruslah belajar, tingkatkan kemampuan dan kreatifitas. Banyak orang-orang besar dan jenius yang lahir dari Indonesia yang sudah diakui di berbagai belahan dunia, jadikan itu penyemangat,” pintanya.

Nanti kata Syamsuar, hasil penelitian empat sekawan itu bakal dikembangkan di sekolah. Anak-anak bikin kebun percontohan biar masyarakat sekitar dan luar Mempura tahu dan pada akhirnya minta ilmu itu untuk dipraktekkan di daerah masing-masing.

“Yang seperti ini sangat bisa menghasilkan uang.  Tidak hanya untuk sekolah tapi juga masyarakat luas,” katanya.

Awal bulan lalu, empat sekawan yang berlatar belakang anak kurang mampu ini terbang ke Penang, Malaysia memboyong hasil penelitian bertajuk dampak ekstrak serai terhadap pertumbuhan tanaman kangkung. Selama sepekan mereka berjibaku mengikuti lomba.

Termasuk saat mereka berempat mesti berhadapan dengan lima orang dewan juri bergelar doktor dan profesor asal Cina, Malaysia, India, Jepang dan Australia.

Kepada lima dewan juri ini mereka menjelaskan manfaat hasil penelitian mereka terhadap ekonomi dan pendidikan. “Alhamdulillah mereka tangguh. Padahal kami tak pernah sama sekali terbayang akan menang. Sebab anak-anak ini baru sekali ini berhadapan dengan yang semacam itu,” kata Edi.(hms)

Editor: Rio Sunera



Tags:  -