Ramai-ramai Kampanyekan Hemat Energi

Earth Hour dan Malam Resolusi Hijau

By Trip Riau  |  20 Maret 2016 15:19:21 WIB  |  Community

Komunitas Earth Hour Pekanbaru bekerjasama dengan World Wide Fund for Nature (WWF) menggelar program Earth Hour dan Malam Resolusi Hijau sebagai upaya menyelamatkan bumi di pelataran gelanggang olahraga yang berada di Jalan Sudirman. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com – Ratusan anak muda berkumpul dan melibatkan diri dalam kampanye hemat energi, Sabtu (19/3) malam, di GOR Remaja Pekanbaru. Mereka menggelar program Earth Hour dan Malam Resolusi Hijau sebagai upaya menyelamatkan bumi.

Di pelataran gelanggang olahraga yang berada di Jalan Sudirman, beragam kegiatan yang dilaksanakan Komunitas Earth Hour Pekanbaru bekerjasama dengan World Wide Fund for Nature (WWF) Program Sumatera Tengah digelar.

Sejak siang hari, dilaksanakan pameran poster tentang konservasi satwa bertema ‘’Menyelamatkan Spesies Kunci Sumatera (Harimau dan Gajah) sebagai Kebanggaan Riau. Puluhan poster-poster kreatif mewarnai lokasi acara.

Di area lainnya terpampang juga deretan foto-foto bertemakan lingkungan hidup. Sebagian besar menggambarkan kerusakan lingkungan di Riau.

Di sudut yang berdekatan dengan gedung olahraga, perkumpulan kartunis Riau yang dikenal dengan Sindikat Kartunis Riau (SiKaRi) menggelar live sketch. Mereka menggambar komik di atas kanvas putih dengan panjang lebih kurang 3 meter. Sekitar 5 orang anggota komunitas ini melukis dengan cat berwarna hitam.  Sindikat Kartunis Riau (SiKaRi) menggelar live sketch, menggambar komik di atas kanvas putih dengan panjang lebih kurang 3 meter. Foto: Muhammad Ridho / tripriau.com

Mereka menggagas sebuah karakter kartun bernama Karib Boy. Ceritanya, tentang anak muda yang punya kebiasaan mematikan listrik yang ada di lingkungan perumahannya. Sehingga, listriknya bisa diakumulasikan untuk mengaliri rumah selama setahun.

Menjelang pukul 20.30, peserta mulai bersiap mematikan lampu sebagai aksi nyata dari program Earth Hour. Hitung mundur menandai prosesi ini. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru M Zulfikri SH, mematikan lampu secara simbolis.

Lampu-lampu yang ada dilokasi acara pun padam secara bersamaan. Diiringi penampilan perkusi dan dilanjutkan aksi teatrikal.

Tempat acara menjadi gelap. Cuma menyisakan cahaya lilin yang membentuk tulisan ‘’Earth Hour 60 +’’. Lilin-lilin yang menyala terang dalam gelap menjadi sasaran para peserta dan pengunjung untuk ber-swafoto.

Koordinator Kota Earth Hour Pekanbaru Deka Afi Wahyu menjelaskan, Earth Hour merupakan gerakan penyelamatan energi terbesar di dunia. Dimulai pada tahun 2007 oleh anggota WWF di Sydney, Australia.

Acara Earth Hour di Pekanbaru juga di meriahkan dengan penampilan darama oleh sanggar seni Latah Tuah Uin Suska Riau. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com‘’Jadi, waktu itu mereka berfikir bagaimana caranya mengurangi polusi di kota-kota besar. Mereka berfikir bagaimana cara yang mudah dan sederhana untuk mengurangi itu,’’ katanya saat mengisi dialog.  

Pada waktu itu, cara paling mudah adalah mematikan lampu, kemudian alat-alat elektronik yang tidak digunakan.

‘’Yang kita tahu pembangkit listrik di dunia, termasuk di Indonesia masih menggunakan bahan bakar fosil. Jadi, itu menghasilkan karbon dioksida yang sangat tinggi dan tidak ramah lingkungan. Jadi, itu salah satu penyebab terbesar perubahan iklim saat ini,’’ jelas Deka.

Jadi, dengan cara mematikan lampu selama satu jam itu bisa mengurangi dan mengistirahatkan bagian-bagian listrik yang menghasilkan karbon dioksida tadi.

Deka menambahkan, kegiatan Earth Hour selalu dilakukan pada bulan Maret. Alasannya, pada bulan ini rata-rata negara di dunia mengalami peralihan cuaca. Dari panas ke dingin maupun sebaliknya.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -