Advertorial

Walikota Paparkan Konsep Pekanbaru Kota Madani

By Trip Riau  |  26 Maret 2016 18:57:57 WIB  |  News

Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT melakukan peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Baitul Rahim.

Pekanbaru, tripriau.com – Membangun kota Pekanbaru yang madani merupakan impian dari Walikota Firdaus ST MT. Madani – disebutnya – juga berarti membangun fisik dan jiwa.

Cita-cita yang terangkum dalam visi misi dalam membangun daerah ini, diambil dari penggalan lirik lagu ‘’Indonesia Raya’’, yakni ‘Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya’’. Sebelum fisik, maka yang pertama sekali dibangun adalah jiwa.

Hal itu disampaikan Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT saat melakukan Safari Jumat sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Baitul Rahim, di Jalan Kutilang Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Tampan, Jumat (23/3) kemarin.

‘’Jiwa bangsa adalah seluruh rakyat. Sementara yang menjadi badannya adalah seluruh teritorial dari bangsa itu,’’ kata Firdaus.

Firdaus menyampaikan, dalam mewujudkan masyarakat Madani, maka yang perlu dibangun adalah jiwa dan ruh kota. ‘’Jiwanya adalah masyarakat Madani. Masyarakat yang dimana referensinya adalah masyarakat dibawah kepemimpinan Nabi Muhammad sebagai Rasul juga sebagai Presiden,’’ ceritanya.

Dia menjelaskan, masyarakat Madani merupakan masyarakat yang maju, berperadaban, dan modern, yang menjalani kehidupannya dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran.

‘’Rahmatan lil alamin. Khusus, umat Islam, yakni masyarakat yang mau belajar dan memahami Al-Quran,’’ sambungnya.

Walikota menekankan pentingnya peran dan fungsi mesjid dalam kehidupan masyarakat. Katanya, cara membangun masyarakat beradab adalah melalui mesjid paripurna. Mesjid tidak hanya berfungsi untuk ibadah, tapi untuk membahas dan mencari solusi dari semua masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

‘’Ibadah vertikal dan sosial. Kita jadikan mesjid untuk menyelesaikan semua persoalan kehidupan kita,’’ ujarnya.

Dihadapan masyarakat, Firdaus mengatakan, pada 2014 sudah ditetapkan mesjid paripurna. Yakni ada Mesjid Agung Ar-Rahman di tingkat kota. Sementara di kecamatan dan kelurahan masing-masing memiliki satu mesjid paripurna.

Wako berharap nantinya mesjid paripurna bisa menjadi lokomotif melalui program Tridaya yang sudah ditetapkan pemerintah.

Program ini meliputi, mesjid dan lingkungannya berkualitas, baik intelektual maupun skill.

Selanjutnya, untuk menggerakan ekonomi dengan prinsip ekonomi syariah. Mendirikan koperasi di lingkungan mesjid, disebut Firdaus, bisa menjadi langkah awal dalam menggerakkan ekonomi.

Sasaran akhirnya menurut walikota adalah merubah paradigma. Menurutnya, saat ini mesjid hidup dengan mengandalkan infak dan sedekah jamaah.

‘’Paradigma ini akan kita ubah. Mesjid tidak lagi hidup dari infak dan sedekah. Tapi mesjid bisa menghidupi dirinya sendiri, dan mesjid juga bisa memberikan kehidupan bagi jemaahnya yang dhuafa. Jadi, mesjid tidak meminta sedekah, tapi membangun kemandirian untuk dirinya sendiri. Infak dan sedekah tidak habis begitu saja, tapi bisa dikelola dengan baik dan bermanfaat,’’ tuturnya.

Kemudian, mesjid juga bisa menjadi pelopor untuk menciptakan lingkunga yang aman, nyaman, damai, dan bersih.(adv)



Tags:  -