Ayo ke Riau, Melihat Pulau Rupat yang Memikat

By Trip Riau  |  19 April 2016 19:07:16 WIB  |  Wisata Riau

Pantai Pesona, di Desa Teluk Rhu, Rupat Utara, Bengkalis, diambil dari ketinggian. Foto: Abdul Ronny/tripriau.com

 

TRIPRIAU.com - Pulau Rupat menawarkan banyak daya tarik. Di pulau harapan ini, pecinta perjalanan bisa berburu sunset, bermain di tepi pantai, hingga menikmati ikan-ikan segar yang dimasak dengan bumbu khas.  

Hari masih gelap ketika para nelayan memikul jala menuju pompong yang ditambatkan di tepi pantai. Ombak kecil menyisir bibir pantai. Sementara di kejauhan, matahari terbit mulai menampakkan sinar kemerahan.

Pulau Rupat sungguh cantik. Keindahannya bisa dinikmati dari Pantai Pesona, yang berada di Desa Teluk Rhu, Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau.  

Rupat merupakan salah satu pulau terluar. Letaknya bersinggungan dengan Selat Melaka. Bila cuaca bagus, pada subuh hari kita bisa melihat dengan jelas kerlap-kerlip lampu di Port Dickson, sebuah pelabuhan laut yang berada di Negeri Sembilan, Malaysia.

Pantai Pesona merupakan bagian dari pantai sepanjang 13 kilometer yang membentang dari Tanjung Lapin hingga Tanjung Medang.  

Pagi di Pantai Pesona adalah pagi yang indah. Deburan ombak, aktivitas nelayan, hingga matahari terbit menjadi pemandangan yang sayang untuk dilewatkan.

Saat menyambangi Rupat Utara, kami menginap disebuah penginapan di tepi pantai. Ada 22 kamar yang bisa digunakan wisatawan. Harganya mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu.

Sunrise yang begitu cantik di Pantai Pesona, Rupat Utara. Foto: Abdul Ronny/tripriau.com

Berburu sunrise merupakan pilihan terbaik saat menjejakkan kaki di Pantai Pesona. Sebelum matahari beranjak naik, potretlah keindahannya. Cahaya matahari terbit yang cantik ditambah deretan perahu nelayan sepanjang pantai menghadirkan komposisi apik dalam frame kamera.

Pagi hari, kami menuju Beting Aceh. Sebuah pulau kecil berpasir putih dengan deretan pohon Cemara Laut di tengahnya. Dari Pantai Pesona, Beting Aceh dapat ditempuh selama 30 menit perjalanan menggunakan boat.

Boat yang kami tumpangi melaju dengan kecepatan penuh. Melewati perairan yang cukup tenang. Sepanjang perjalanan terlihat perahu-perahu nelayan berukuran kecil sedang mencari ikan. Di kejauhan ada juga kapal-kapal besar sedang lepas jangkar.

Beting Aceh merupakan pulau tak berpenghuni. Dinamakan Beting Aceh, sebab pulau ini merupakan gundukan yang terbentuk akibat sedimentasi pasir yang terbawa arus gelombang Selat Malaka.

Sedangkan kata Aceh diambil karena menurut cerita, dulunya pernah ada nelayan asal Aceh terdampar di situ.   

Beting Aceh, pulau kecil yang cantik di Rupat Utara. Foto: Abdul Ronny/tripriau.com

Cahaya matahari begitu terik saat kami meninggalkan Beting Aceh. Pengemudi boat membawa kami melalui jalur yang berbeda dengan saat pergi. Boat berjalan lebih ke tepi. Melewati perkampungan di Desa Tanjung Medang.

Tiba-tiba, Arman, pengemudi boat menghentikan laju perahu. ‘’Itu rumah peninggalan Jepang. Sudah ada tahun 1950. Waktu saya belum lahir,’’ katanya, sambil menunjuk sebuah rumah beratap genteng merah yang hampir separuh dindingnya tertutup semak-belukar.

Kami sampai di penginapan saat matahari tepat berada di atas ubun-ubun. Perut terasa begitu lapar. Untungnya, pengelola penginapan menyuguhkan makan siang yang sangat enak, yakni Ikan Parang ditambah sambal terasi, dan pucuk ubi rebus.

Ikan Parang-nya sudah pasti segar. Sebab, diambil langsung dari nelayan. Sambal terasinya dibuat sendiri dengan bahan udang Gagau. ‘’Belacan (terasi) ni kita buat sendiri pakai udang Gagau. Tak same dengan belacan di tempat lain,’’ kata pramusaji penginapan dengan logat Melayu khas Pulau Rupat.

Terasi dari udang Gagau digiling bersama cabai rawit, cabe merah, lalu ditambahkan perasan asam limau. Makin nikmat, saat disantap di gazebo yang menghadap ke laut, saat semilir angin laut bertiup tiada henti.

Sore hari, Pantai Pesona makin ramai. Banyak atraksi bisa dilakukan. Mulai dari banana boat, berkuda, hingga mencoba wings surfing. 

Untuk bermain banana boat, pengunjung dikenakan biaya 30 ribu rupiah per orang, dengan durasi lebih kurang 15 menit. Sementara wings surfing bisa dinikmati gratis. Bahkan, pengelola menyediakan instruktur bagi pengunjung yang ingin belajar.

Pantai berpasir putih di Pantai Pesona, Teluk Rhu, Rupat Utara. Foto: Abdul Ronny/tripriau.com

Di Pantai Pesona, memang tidak ada penjual suvenir atau oleh-oleh. Tapi, pengunjung bisa membawa pulang oleh-oleh seperti Kerupuk Ikan Parang dan Terasi khas Rupat. Penginapan yang ada di sana biasanya menyediakan.

Kerupuk Ikan Parang dijual dijual seharga Rp 15 ribu per bungkus. Sementara terasi udang Rp 40 ribu per kilogram.

Saat matahari menjelang tenggelam, kami berjalan menuju dermaga yang berjarak sekitar 1 kilometer dari penginapan. Tepatnya, berada di Desa Tanjung Medang – bersebelahan dengan Desa Teluk Rhu.

Sepanjang jalan, kami melewati perkampungan penduduk dengan rumah-rumah kayu. Anak-anak memainkan beragam permainan di pantai yang berpasir putih.

Pantai Pesona sedang sibuk kala itu. Di kawasan itu sedang dibangun pemecah ombak yang berfungsi melindungi daratan dari abrasi. Batu-batu besar yang dijatuhkan dari dalam kapal ke laut dengan alat berat, menghasilkan dentuman keras. 

Di dermaga, kami memotret matahari tenggelam. Sunset di sana amat cantik membentuk lukisan alam. Sebagian kami memilih memanjat menara suar, lantas memotret lanskap dari ketinggian.

Seorang penduduk, Anto (37) menghampiri kami dan bercerita banyak hal. Dia mengatakan, negeri jiran Malaysia sangat dekat dari pulau Rupat. Cuma butuh waktu 45 menit menuju ke sana.

‘’Kalau subuh atau cuaca lagi bagus, biasanya Port Dickson dan Port Klang akan terlihat. Juga Genting Highland di sebelah sana,’’ katanya sembari mengarahkan telunjuknya ke arah Barat.

Pulau Rupat menjadi salah satu destinasi wisata di Riau yang wajib dikunjungi. Foto: Abdul Ronny/tripriau.com

Menuju Pulau Rupat

Ada beberapa pilihan untuk menuju Pulau Rupat. Salah satunya, bisa menuju kota Dumai terlebih dahulu. Dari Pekanbaru (via Siak), memakan waktu lebih kurang 5-6 jam perjalanan. Dari Pekanbaru – Siak, jalan cukup mulus. Sementara dari Siak menuju Dumai, beberapa bagian jalan sedang dalam kondisi rusak. 

Tiba di Dumai, bisa langsung menuju pelabuhan TPI dan menyeberang menggunakan Roro (Roll on-roll off) selama 30 menit. Sekali menyeberang, untuk mobil dikenakan biaya lebih kurang Rp 90 ribu. Sementara per orang dikenakan biaya Rp 5000.

Sampai di pelabuhan Batu Panjang, Rupat, Bengkalis, perjalanan dilanjutkan via darat. Menempuh waktu sekitar 3 jam perjalanan.

Lebih kurang 30 persen jalan menuju Pantai Pesona, Teluk Rhu dalam kondisi kurang baik. Selebihnya, kondisi jalan cukup baik dengan aspal beton.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -