Pengembangan Wisata Pulau Rupat Terkendala Infrastruktur Dasar

By Trip Riau  |  21 April 2016 12:45:35 WIB  |  News

Pantai Pesona Desa Teluk Rhu, Rupat Utara. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

TRIPRIAU.com - Minimnya infrastruktur dasar menjadi kendala utama dalam pengembangan destinasi wisata di Pulau Rupat, terutama di Rupat bagian utara. 

Padahal Rupat Utara memiliki potensi wisata yang besar untuk menjadi destinasi unggulan di Provinsi Riau. Apalagi, Rupat menjadi satu-satunya daerah di Riau yang masuk dalam 88 daerah di Indonesia sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Infrastruktur dasar yang dimaksud meliputi jalan, jembatan, listrik, telekomunikasi, hingga perbankan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis H Eduar menyampaikan, kalau investor mau masuk ke Rupat, maka pemerintah harus menyiapkan dulu infrastruktur dasarnya.

‘’Nah, ketika infrastruktur ini belum ada investor akan menunda dulu. Karena investor, kan, bukan tugas dia membangun itu,’’ kata Eduar, saat kegiatan Fam Trip Disparekraf Riau, akhir pekan lalu di Rupat Utara.  

Infrastruktur dasar memang menjadi kendala utama pengembangan pariwisata di Pulau Rupat. Di Rupat Utara misalnya, belum ada berdiri ATM maupun bank.

Sekitar 30 persen akses jalan dari pelabuhan Roro Batu Panjang hingga menuju Pantai Pesona, di Desa Teluk Rhu juga dalam kondisi rusak.

Eduar pun menyatakan sudah menyurati bank daerah dan penyedia jasa telekomunikasi untuk beroperasi di Rupat.

‘’Selain itu, saya juga mengajak teman-teman di SKPD lain. Dari PU kita minta dia bangun jalan. Dinas Pertambangan dan Energi kita minta untuk bangun lampu jalan. Dinas Tata Kota, tolong bangunkan taman ini,’’ jelas Eduar kepada tripriau.com.  

Kolaborasi antar pemangku kepentingan sangat penting. Sebab, membangun pariwisata tidak bisa sendiri. ‘’Karena sifatnya lintas sektoral dan multi dimensi,’’ sambung Eduar.

Eduar menambahkan, saat ini di Pulau Rupat sudah banyak investor yang mengajukan permohonan untuk mengembangkan sektor pariwisata. Seperti dari Jakarta, China, bahkan Swiss.

‘’Tapi masih sebatas Letter of Intent (LoI). Yang sudah kita keluarkan izin prinsipnya dari putra Rupat sendiri, yang sudah sukses di luar,’’ sebutnya.   

Saat ini, ada sekitar 300 hektare lahan di dekat Pangkalan Nyirih, Rupat Utara yang akan dikembangkan menjadi resort, permainan atraksi air dan darat, dan kebun herbal.

‘’Mereka sudah mulai merintisnya. Ini (taman herbal) akan menjadi destinasi wisata menarik. Sudah mulai sosialisasi dan akan merekrut tenaga lokal sebagai tenaga kerja,’’ katanya lagi.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -