Kisah Putri Sembilan di Rupat Utara

By Trip Riau  |  29 April 2016 18:08:11 WIB  |  Wisata Riau

Kompleks Makam Putri Sembilan yang berada di Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

TRIPRIAU.com – Saat berada di Rupat Utara, Bengkalis, selain menikmati pantainya yang cantik, pengunjung juga bisa berwisata sejarah ke kompleks Makam Putri Sembilan.

Kompleks Makam Putri Sembilan berada di Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara. Tempat ini tidak terlalu jauh dari Pantai Pesona, salah satu pantai terkenal di Rupat Utara.

Ada dua buah makam yang berada di areal kompleks ini. Di sisi kanan dari pintu masuk, ada makam empat orang sekaligus. Yakni datuk dan nenek dari Putri Sembilan, serta kedua orang tuanya yang bernama Abdullah dan Umi binti Ikhwan. Persis di sampingnya, berdiri makam Putri sembilan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bengkalis H Eduar mengisahkan tentang sejarah Putri Sembilan dan makamnya yang banyak dikunjungi orang.

Kisah Putri Sembilan berawal pada abad ke-10. Saat itu, Abdullah – ayah Putri Sembilan – menyembunyikan 9 kakak-beradik ini dari kejaran seorang raja dari negeri Melaka.

Sebab, sang raja mendapat kabar dari pengawalnya bernama Patih Kemunir, bahwa di negeri jiran ada sembilan dara cantik.

Abdullah, seorang panglima di kerajaan Siak ketika itu, lantas menyembunyikan ke-9 anaknya di pulau dengan memasukkan ke sebuah lubang besar. Sebab, dia takut sang raja akan memperistri anaknya.

Terdapat dua buah makam di kompleks makam Putri Sembilan.  Di sisi kanan dari pintu masuk, ada makam empat orang sekaligus. Dan disebelahnya, merupakan makam Putri Sembilan. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

Setelah menyembunyikan anaknya, Abdullah pun berangkat berperang. ‘’Dia berpesan dan berjanji, kalau suatu hari ayah datang, berarti ayah selamat. Ayah akan buka (lubangnya). Kalau lebih dari satu hari ayah tak datang, berarti ayah telah tiada,’’ cerita Eduar.

Tapi, setelah lebih dari satu hari, sang ayah tak kunjung datang. Sementara, di lubang persembunyian, Abdullah lupa membuat lubang untuk bernafas. Ke-9 putrinya pun terkubur dalam posisi berdiri dengan pakaian yang berbeda.

Sembilan putri ini masing-masing, dimulai dari si sulung bernama Aisyah, Cendana, Al-Husnah, Al-Jannah, Al-Huda, As-Syabdiana, Al-Isrobiatun, At-Tausyiah, dan si bungsu Nurfatiha.

Eduar menambahkan, yang memasangkan batu pertama kali di makam ini adalah atuk dari kerabat ayah Putri Sembilan bernama Al-Fatir.

‘’Atuk-nya tahu dan pasangkan batu. Batunya tidak tahu dari mana asalnya. Karena di Pulau Rupat, batu-batu ini tidak ada. Kita tak tahu dari mana,’’ sebutnya.

Sejak 2014, pemerintah daerah Bengkalis mulai membangunkan rumah di makam ini. ‘’Kita susun ulang posisinya melalui perantara paranormal,’’ kata Eduar lagi.

 

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -