Pesona Rupat Tak Hanya Pantai, Tapi Juga Terasi dan Senyum Ramah

By Trip Riau  |  07 Mei 2016 14:44:42 WIB  |  Wisata Riau

Pantai Pesona, Teluk Rhu, Rupat Utara, Bengkalis. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

TRIPRIAU.com – Pulau Rupat di Bengkalis, terutama Rupat Utara sangat identik dengan pantainya yang cantik. Pantai Tanjung Lapin hingga Pantai Pesona yang memanjang sejauh 13 kilometer kerap didatangi wisatawan.

Selain itu, masih ada pulau kecil bernama Beting Aceh yang tak kalah memikat. Lokasinya tak jauh dari Pantai Pesona. Hanya butuh 15 menit menggunakan speed boat untuk sampai di pulau berpasir putih tersebut.

Namun, daya tarik Rupat Utara tak hanya pantai-pantai tersebut. Belacan alias terasi buatan masyarakat sana juga enak. Seakan melengkapi berbagai suguhan kuliner lezat di tempat tersebut. Masyarakat di sana juga tidak pelit senyuman. Hospitality atau keramah-tamahannya begitu terasa.

Rupat Utara tengah bergairah belakangan ini. Sebagai destinasi andalan Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Rupat Utara yang beribukota di Tanjung Medang mulai kebanjiran pelancong.

Meski kawasan wisata, tak mudah menikmati sajian kuliner khas Rupat Utara. Di sekitaran Teluk Rhu dan Tanjung Medang yang banyak didatangi wisatawan, sulit menemukan tempat makan.

Nah, saat datang ke sana, kebetulan, kami menikmati beragam kuliner lezat yang disediakan wisma tempat kami menginap di Pantai Pesona, Desa Teluk Rhu.

Sebagai daerah tepi pantai, beragam tangkapan dan hasil laut pastilah menjadi andalan kuliner di sini. Terutama ikan. Kami sempat menikmati sambal ikan parang dan ikan jenak asam pedas yang begitu menggugah selera.

Ikan jenak asam pedas misalnya, kami santap bersama sambal terasi dan pucuk ubi rebus. Sepiring nasi putih hangat, membuat makan makin lengkap. Kami menyantap hidangan lezat ini disebuah gazebo yang menghadap ke laut. Semilir angin laut yang menerpa sekujur tubuh, membuat suasana makan jadi tidak terlupakan.

Sambal terasi yang disajikan ke kami sangat istimewa. Semua penyuka terasi pasti sepakat dengan hal ini. Maknyuss..begitu menggoyang lidah. ‘’Top markotop’’, kalau kata Bondan Winarno, seorang host program kuliner di televisi.

Sambal terasi ini diolah dengan cabe rawit, bawang merah, kemudian ditambahkan asam limau. Yang bikin istimewa tentu saja terasinya. Bahan terasi ini menggunakan udang Gagau, yang memang banyak terdapat diperairan Rupat utara. Warna terasi ini agak kehitaman. ‘’Terasi ini kita buat sendiri,’’ kata seorang perempuan pengelola penginapan.

Pelancong bisa membawa pulang terasi ini sebagai oleh-oleh. Perkilonya dijual seharga 40 ribu rupiah.

Abuk, makanan khas Pulau Rupat. Foto: liandamarta.com

Saat duduk-duduk di gazebo, seorang laki-laki paruh baya mampir di depan penginapan. Dari sebuah box di dudukan bagian belakang sepedanya, dia mengeluarkan sebuah panganan yang dibungkus daun pisang. Rupanya, ini Abuk-abuk. Sebuah makanan khas dari Rupat Utara.

Abuk-abuk ini terbuat dari sagu, ditambah parutan kelapa dan inti gula merah. Kemudian dibungkus daun pisang dan dimasak dengan cara dikukus. Rasanya manis dengan ukuran lebih kurang sekepalan tangan orang dewasa. Harganya sangat murah, hanya Rp 1000 per buah.

Menurut si penjual, Nahar, panganan ini tergolong langka. Di Rupat Utara, tinggal dirinya seorang yang berjualan Abuk-abuk.

Keramah-tamahan penduduk menjadi daya tarik lain Rupat Utara. Tiap bertemu orang lokal, senyum selalu merekah dari bibir mereka.

Saat berjalan kaki dari Pantai Pesona menuju sebuah dermaga di Tanjung Medang, kami melewati perkampungan yang didominasi rumah kayu. Sore itu, banyak penduduk terlihat duduk di beranda rumah. Senyum serta sapaan kecil nan ramah kerap kami temui.

Seseorang bernama Anto datang menghampiri saat kami tengah duduk di atas turap penahan tebing. Dia bertanya dan mulai bercerita. Katanya, Pulau Rupat sangat dekat dengan Malaysia. Cukup 45 menit naik speed boat sudah sampai di negeri jiran itu. Dia pun mengaku sudah sering datang ke negerinya Tun Najib Razak tersebut.

‘’Kalau subuh hari dan cuaca sedang bagus, nampak Port Dickson (pelabuhan laut di Negeri Sembilan, Malaysia) dan Port Klang di sana,’’ kata guru sekolah menengah pertama ini sambil mengarahkan telunjuknya.

Bagi banyak pelancong, daya tarik sebuah destinasi tak hanya keindahan alam. Kekayaan kuliner dan keramah-tamahan penduduk tempatan justru menjadi daya tarik tak ternilai.

 

Penulis: Rio Sunera

 



Tags:  -