Advertorial

Disparekraf Riau Gelar Pembinaan Desain Interior

By Trip Riau  |  10 Mei 2016 18:53:10 WIB  |  News

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau menggelar kegiatan ‘Pembinaan Desain Interior Tahun 2016’. Foto: Muhammad Ridho / tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau menggelar kegiatan ‘Pembinaan Desain Interior Tahun 2016’, 9-14 Mei di Pekanbaru dan Medan. Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

Selama dua hari di Hotel Pesonna Pekanbaru, peserta kegiatan mendapatkan berbagai materi dari narasumber.

Pada hari pertama misalnya, peserta mendapatkan materi tentang Profesi Desainer Interior dari Bagus Sudaryanto ST MT.

Dia menyampaikan, bahwa profesi desain interior lebih kurang seperti arsitek. ‘’Lebih spesifik kita mengolah ruang dalamnya,’’ paparnya.

Bagus menyebutkan, seorang desain interior bekerja terutama untuk fungsi ruang, dengan logikanya, berdasarkan kebiasaan dan kebutuhan pelanggan. ‘’Bekerja di persimpangan kreativitas dan administrasi,’’ ungkapnya.

Kabid Ekonomi Kreatif Disparekraf Provinsi Riau Tengku Zul Effendi dalam kata sambutannya mengatakan, di era industri kreatif, para pelaku desain interior bisa memasukkan unsur-unsur kreatif budaya melayu dalam karya-karyanya.

‘’Sebagai salah satu dari 14 percabangan ekonomi kreatif, desain interior sangat penting dalam menopang perkembangan ekonomi kreatif. Terutama sekali karya yang berbasis budaya melayu,’’ katanya.

Sementara itu, Kadisparekraf Riau Fahmizal ST M.Si menyampaikan, ekonomi kreatif merupakan konsep era ekonomi baru yang mengandalkan ide dan kreativitas.

‘’Kita berada pada masa ekonomi kreatif, yang memanfaatkan kemampuan individu yang berbasis pada inovasi yang berdasarkan kreativitas,’’ katanya saat membuka kegiatan.

Dalam kesempatan itu, Fahmizal mengajak para peserta untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya yang mampu mengakomodasi nilai-nilai yang ada pada budaya melayu.

‘’Ini saatnya kreator berinovasi. Bagaimana caranya membuat sebuah desain interior yang bisa menggambarkan tradisi dan keindahan melayu, tapi juga tetap mewah,’’ ujarnya.

Selama dua hari di Hotel Pesonna Pekanbaru, peserta kegiatan ‘Pembinaan Desain Interior Tahun 2016’ mendapatkan berbagai materi dari narasumber. Foto: Muhammad Ridho / tripriau.com

Fahmi menambahkan, secara humanis, manusia suka akan keindahan. ‘’Ini yang harus dikeluarkan ketika kita mendesain ruangan,’’ tambahnya.

Tujuan kreator adalah menghasilkan karya yang bernilai seni tinggi, maka kegiatan pembinaan desain interior ini sangat penting untuk mendukung hal tersebut. ‘’Kita menganggap penting, bukan hanya sekedar berkegiatan dan pembinaan. Tapi, efeknya adalah menghasilkan desain yang berbasis masyarakat tempatan dan memberikan manfaat serta hasil positif,’’ paparnya.

Fahmi menyampaikan, bahwa saat ini ada tradisi tertentu yang menjadi trensetter dunia. ‘’Dan melayu pun punya potensi. Tinggal kita mengemas,’’ sebutnya.

Fahmi juga berharap, perkembangan pelaku desain interior melalui kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi pelakunya, serta memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat.

‘’Harapannya, bidang desain interior ini berkembang dengan baik yang berbasis tradisi melayu,’’ sebutnya.

Sementara itu, salah seorang peserta dari Kabupaten Indragiri Hilir Romi Afrianda mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat sebab bisa mengenalkan potensi daerah. Terutama, desain material dan interior yang bisa menampilkan corak kebudayaan masing-masing daerah.

‘’Seperti menurut kepala dinas (Disparekraf) harus bisa go internasional, jadi kita membawa kekhasan kabupaten sendiri, agar motif-motif melayu bisa dikenal sama dunia,’’ ungkapnya.

 

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -