Selain Enak, Sate Nan Tongga di Pekanbaru Juga...

By Trip Riau  |  14 Mei 2016 14:43:14 WIB  |  Culinary

Sate Nan Tongga di Jalan Pattimura, Gobah, Pekanbaru. Foto: Rio Sunera / tripriau.com

TRIPRIAU.com – Salah satu kesempatan yang tidak boleh dilewatkan saat berada di Pekanbaru adalah mencicipi kuliner pinggir jalannya. Salah satunya Sate Nan Tongga yang berada di pusat kota.

Sate sudah sangat akrab dengan lidah orang Indonesia. Di berbagai tempat, kuliner satu ini sangat mudah ditemukan. Namun, tak ada salahnya mencicipi Sate Nan Tongga. Sebab selain enak, sate ini juga sangat laris. Nuansa kuliner pinggir jalan yang dihadirkan cukup terasa. Bagi penyuka sate di Pekanbaru, Sate Nan Tongga ini sudah tidak asing lagi.

Lokasi sate ini cukup strategis, yakni di Jalan Pattimura, Gobah. Kalau dari Jalan Sudirman, susuri saja Jalan Pattimura lebih kurang 200 meter. Di sebelah kiri, akan kelihatan banyak mobil pelanggan Sate Nan Tongga berjejer di pinggir jalan. Di sanalah Sate Nan Tongga berada. Persisnya di sudut persimpangan antara Jalan Pattimura dan Jalan Rangsang.

Sate Nan Tongga ini berjualan di ruang terbuka, memanfaatkan sedikit ruang di trotoar jalan. Modalnya hanya gerobak, meja kayu, serta pelindung dari sebuah pohon yang berdiri di tempat tersebut.

Sate yang sudah ada sejak lama ini selalu ramai pembeli tiap hari. Pelanggannya datang dari berbagai kalangan. Terutama, pekerja kantoran yang menyempatkan menyantap sate sebelum pulang ke rumah.

Kalau tidak kebagian tempat, biasanya pelanggan menyantap sate dengan duduk di atas trotoar. Sementara pembeli yang datang dengan kendaraan roda empat, biasanya memilih menghabiskan satenya di dalam mobil. Pemandangan ini selalu terlihat tiap hari.

Sate Nan Tongga dan minuman es kelapa muda segar. Foto: Rio Sunera / tripriau.com

Seorang pelayan menyuguhkan sepiring sate di atas meja. Isinya, lontong ketupat dan 6 tusuk daging dengan guyuran kuah yang berwarna merah pekat, serta taburan bawang goreng dipermukaannya. Sangat menggoda. Asap yang mengepul dari proses pembakaran sate menyeruak dan menghadirkan aroma wangi yang khas. Membuat suasana makan menjadi makin nikmat.

Sate Nan Tongga punya cita rasa yang enak. Kuahnya cukup kental dengan rasa yang tidak begitu pedas, namun rempahnya cukup terasa. Sementara dagingnya lembut dengan bumbu cukup melekat. Selain daging, ada pilihan ayam, ceker, usus sapi, dan jantung.

Sepiring sate nan lezat ini makin enak bila ditemani dengan keripik cabe ataupun kerupuk kulit. Sala Lauak – panganan khas Pariaman, Sumatera Barat – yang dijual ibu-ibu di dekat tempat tersebut juga bisa menjadi teman makan yang serasi. Seporsi sate Nan Tongga dihargai 12 ribu rupiah.

Para pembeli di sini biasanya punya kebiasaan menyantap sate plus minum es kelapa muda segar. Penjual es kelapa muda ini berdampingan dengan gerobak Sate Nan Tongga. Kelapa muda murni dibanderol 10 ribu rupiah, sementara es kelapa mudanya 5 ribu rupiah per gelas.

Salah seorang karyawan Sate Nan Tongga mengatakan, tiap hari sebanyak 4000 tusuk sate ludes oleh pembeli. Sementara kuahnya bisa habis hingga 4 panci. ‘’Itu habis semua,’’ katanya.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -