Advertorial

‘’Menciptakan Pelaku Desain Interior yang Peduli Nilai-nilai Lokal’’

By Trip Riau  |  18 Mei 2016 18:44:58 WIB  |  News

Pembinaan Desain Interior Tahun 2016 oleh Disparekraf Provinsi Riau di Medan. Foto: Disparekraf Provinsi Riau for tripriau.com

TRIPRIAU.com – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau menggelar kegiatan ‘’Pembinaan Desain Interior Tahun 2016’’ pada tanggal 9-14 Mei yang lalu di Pekanbaru dan Medan.

Setelah mendapatkan pembekalan selama 2 hari di Pekanbaru, kegiatan dilanjutkan di Medan, Sumatera Utara. Di kota ini, peserta yang berasal dari 12 kabupaten/kota diajak berkeliling untuk mengamati interior dari bangunan yang bernuansa melayu. Diantaranya mengunjungi rumah-rumah melayu di Serdang Bedagai, Istana Maimun, dan Mesjid Raya Medan.

Kepala Seksi Media, Desain, dan Iptek Disparekraf Riau Irbanita mengatakan, selama di Medan peserta juga mendapatkan materi dari Ketua Himpunan Design Interior Indonesia (HDII) Sumatera Utara Rosliana. ‘’Tentang Desain dengan Penggunaan Elemen Tradisi Melayu,’’ katanya.

Dari kegiatan ini, para peserta diharapkan bisa membuat desain interior dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di masing-masing daerah. Tanpa meninggalkan ciri-ciri kemelayuan.

‘’Misalnya saja bahan-bahan yang ada di daerah mereka sendiri. Seperti enceng gondok, lidi sawit, kayu, dan sebagainya,’’ tambahnya.

Selama mengikuti kegiatan, 15 orang peserta berhasil membuat karya masing-masing dalam bentuk soft copy. Selanjutnya karya mereka akan dicetak dalam bentuk buku dan dibuat dalam karya 3 dimensi.

‘’Dan bisa didisplay di ruangan serba guna (yang ada di kantor Disparekraf). Nantinya juga bisa dibawa untuk bahan pameran interior desain yang bernuansa melayu,’’ sebut Irbanita.

Irbanita menjelaskan, dari pembinaan yang dilakukan pihaknya tersebut, akan mendatangkan banyak sekali manfaat bagi pelaku desain interior di Provinsi Riau. ‘’Pasti mendatangkan nilai ekonomi, lokal, desain yang tinggi, daya jual, serta seni itu sendiri,’’ katanya.Foto bersama peserta Pembinaan Desain Interior Tahun 2016. Foto: Disparekraf Provinsi Riau for tripriau.com

Menurut Irbanita, barang-barang lokal yang mudah sekali didapatkan, kalau didesain dengan baik tanpa menanggalkan unsur melayunya akan bisa menjadi produk ekspor.

‘’Sebab, selama ini belum ada pelaku-pelaku desain interior yang memasukkan unsur-unsur melayu dalam karyanya. Ini tujuannya agar unsur melayu tidak hilang dan bisa dinikmati dari generasi ke generasi,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kadisparekraf Riau Fahmizal ST MT pada pembukaan kegiatan mengatakan, bahwa kesempatan ini bisa dimanfaatkan peserta untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya yang mampu mengakomodasi nilai-nilai yang ada pada budaya melayu.

‘’Ini saatnya kreator berinovasi. Bagaimana caranya membuat sebuah desain interior yang bisa menggambarkan tradisi dan keindahan melayu, tapi juga tetap mewah,’’ ujarnya.

Fahmi menambahkan, secara humanis, manusia suka akan keindahan. ‘’Ini yang harus dikeluarkan ketika kita mendesain ruangan,’’ tambahnya.

Tujuan kreator adalah menghasilkan karya yang bernilai seni tinggi. Maka kegiatan pembinaan desain interior ini sangat penting untuk mendukung hal tersebut. ‘’Kita menganggap penting. Bukan hanya sekedar berkegiatan dan pembinaan. Tapi, efeknya adalah menghasilkan desain yang berbasis masyarakat tempatan dan memberikan manfaat serta hasil positif,’’ paparnya.

Fahmi menyampaikan, bahwa saat ini ada tradisi tertentu yang menjadi trendsetter dunia. ‘’ Dan melayu pun punya potensi. Kita tinggal mengemas,’’ sebutnya.

Fahmi juga berharap, perkembangan pelaku desain interior melalui kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi pelakunya, serta memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat.

‘’Harapannya, bidang desain interior ini berkembang dengan baik yang berbasis tradisi melayu,’’ sebutnya.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -