Abuk-abuk, Makanan Khas Rupat Utara yang Mulai Langka

By Trip Riau  |  22 Mei 2016 18:56:38 WIB  |  Culinary

Abuk-abuk, makanan khas dari Rupat Utara yang mulai langka.(Lianda Marta for tripriau.com)

TRIPRIAU.com – Saat mengunjungi destinasi wisata di Rupat Utara jangan lupa mencicipi makanan bernama Abuk-abuk. Makanan berbahan sagu ini merupakan salah satu kudapan khas Rupat Utara, Bengkalis, Riau. Namun, makanan ini sudah mulai langka. Keberadaannya tidak lagi mudah ditemui.

Abuk-abuk yang memiliki cita rasa lezat ini merupakan sejenis kue basah. Bentuknya hampir mirip cone atau kerucut.  

Sagu merupakan bahan utama dalam proses pembuatan Abuk-abuk. Selanjutnya ditambah parutan kelapa dan inti gula merah. Kemudian dibungkus daun pisang dan dimasak dengan cara dikukus. Rasanya manis dengan ukuran lebih kurang sekepalan tangan orang dewasa. Tekstur makanan ini juga cukup lembut.

Di Rupat Utara, tepatnya di Desa Teluk Rhu, Abuk-abuk biasanya dijual penduduk setempat bernama Nahar. Dia biasa menjajakan Abuk-abuk dengan berkeliling menggunakan sepeda. Sebiji Abuk-abuk dijualnya seharga Rp 1.000.

Menurut Nahar panganan ini tergolong langka di Rupat Utara. Dia mengaku,  saat ini tinggal seorang dirinya yang menjual Abuk-abuk.

Abuk-abuk ini cukup diminati wisatawan yang datang ke Rupat Utara. Febi (28), salah satu wisatawan dari Pekanbaru mengaku makanan khas Rupat Utara ini cukup unik.

‘’Cukup unik yah. Kalau mau enak lagi, sih, bisa ditambah rasa manis. Sebelumnya pernah makan yang prosesnya mirip tapi beda bahan. Namanya Ombus-ombus,’’ katanya.

Menurutnya, Abuk-abuk ini jadi enak dan khas dikarenakan sagunya dicampur kelapa putih. ‘’Itu cocok, cuma gak tahan lama kalau mau dijadikan oleh-oleh,’’ tambahnya.

Katanya lagi, daya tarik wisata di Rupat Utara akan semakin lengkap kalau didampingi makanan khas seperti Abuk-abuk.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -