Serunya Ngobrolin Layout di Kegiatan Kongkow Nulis

By Trip Riau  |  24 Mei 2016 06:44:12 WIB  |  Community

Kegiatan Kongkow Nulis.(Kongkow Nulis for tripriau.com)

TRIPRIAU.com – Keberadaan layout atau tata letak merupakan elemen penting dalam ilmu desain grafis. Desain tata letak yang apik dan menarik akan menghadirkan ketertarikan orang terhadap sebuah karya visual, baik dalam bentuk buku, majalah, surat kabar, ataupun brosur.

Pembahasan tentang tata letak menjadi topik seru dalam kegiatan ‘’Kongkow Ngobrolin Layout’’ yang dilaksanakan Komunitas Kongkow Nulis, Sabtu (21/5) petang, di Rumah Budaya Sikukeluang, Jalan Dwikora, Pekanbaru.

Seorang praktisi Desain Grafis dan Fotografer di Pekanbaru, Septian Arief, berbagi ilmunya pada para peserta yang hadir.

Septian menjelaskan, secara umum layout merupakan tata letak elemen-elemen desain terhadap suatu bidang dalam sebuah media tertentu untuk mendukung konsep atau pesan yang dibawanya.

Pada kesempatan ini, dia menjelaskan banyak hal tentang konsep layout. Misalnya saja prinsip layout yang memuat empat hal pokok, yakni Sequence (urutan perhatian), Emphasis (memberikan penekanan), Balance (mengatur keseimbangan), dan Unity (menciptakan kesatuan secara keseluruhan).  

‘’Pembagian berat yang merata (Balance/keseimbangan), pada suatu bidang layout, bukan berarti seluruh bidang layout harus dipenuhi elemen. Tetapi lebih pada menghasilkan kesan seimbang dengan menggunakan elemen-elemen yang dibutuhkan dan meletakkannya pada tempat yang tepat,’’ paparnya.

Di hadapan peserta, Septian juga menjelaskan tentang Tipografi dalam layout. Kemudahan dan kenyamanan orang dalam membaca kalimat demi kalimat menjadi faktor penting.

‘’Sebaiknya, semakin kecil ukuran huruf, maka jarak huruf makin diperbesar. Sebaliknya, semakin besar ukuran huruf, maka jarak huruf makin diperkecil,’’ sebutnya.

Dia menambahkan, jarak antar kata atau word spacing, misalnya dalam sebuah penulisan buku atau majalah mesti diperhatikan dengan benar. Salah satunya untuk menghindari River.

River ini adalah efek seperti aliran sungai (seperti namanya) yang dapat mengganggu kenyamanan membaca dan sering terjadi pada paragraf yang rata kiri-kanan (justified) dengan lebar baris yang sempit. 

Septian menyebut, pada kebanyakan surat kabar font yang dipakai adalah jenis Serif. Font jenis ini dipilih karena pada media cetak, jenis font Serif lebih mudah dibaca. Sementara huruf berjenis Arial lebih banyak digunakan pada majalah.

‘’Kenapa Arial, karena setelah diteliti (Arial) menarik orang untuk membaca selanjutnya. Kalau majalah tahannya (masa edar) sebulan, orang bisa santai membacanya. Dan kontennya bukan berita, tapi lebih ke tips, iklan, dan sebagainya,’’ jelasnya.

Sementara itu, Public Relation Kongkow Nulis Athri Kasih menyampaikan, kegiatan kali ini merupakan kali kelima yang digelar komunitasnya hingga Mei 2016 ini.

Menurutnya, tema layout menarik untuk diangkat sebab banyak diperlukan dalam berbagai format desain. ‘’Kita membahas tata letak di media, buku, majalah, koran, baliho, brosur, dan segala macamnya,’’ katanya kepada tripriau.com.


Penulis: Rio Sunera



Tags:  -