7 Hal Ini Wajib Kamu Lakukan Saat Melihat Ritual Bakar Tongkang

By Trip Riau  |  01 Juni 2016 12:19:44 WIB  |  Wisata Riau

Kelenteng Ing Hok Kiong yang berada di pusat kota Bagan Siapiapi. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

Pekanbaru, tripriau.com - Hai Tripers, Ritual Bakar Tongkang di Bagan Siapiapi, Rokan Hilir, Riau berlangsung meriah saban tahun. Event pariwisata nasional satu ini tak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik tapi juga mancanegara.

Banyak kegiatan seru dan menarik yang bisa kita lakukan saat menyaksikan tradisi masyarakat Tionghoa Bagan Siapiapi ini. Tak sekedar melihat ritualnya, mengeksplorasi keunikan Kota Bagan Siapiapi juga tak kalah mengasikkan.

 

Tripers, ini 7 kegiatan yang wajib kamu lakukan saat berada di Bagan Siapiapi:

 

1. Melihat Prosesi Sembahyang di Kelenteng Ing Hok Kiong

Melihat prosesi sembahyang komunitas Tionghoa menjadi salah satu daya tarik ritual Bakar Tongkang. Prosesi ini biasanya dipusatkan di Kelenteng Ing Hok Kiong yang berada di pusat kota Bagan Siapiapi.

 

Menjelang ritual puncak, ribuan masyarakat Tionghoa dari berbagai penjuru akan memenuhi kelenteng ini untuk sembahyang. Prosesi sembahyang ini juga jadi buruan para fotografer untuk mengabadikan momen-momen menarik sekaligus sakral.

 

Prosesi sembahyang di Kelenteng Ing Hok Kiong. Foto: tripriau.com

 

2. Menikmati Lagu-lagu Mandarin dari Artis Mancanegara

Kemeriahan event Bakar Tongkang tak hanya berlangsung siang hari. Pada malam hari, di sekitaran kelenteng biasanya digelar malam hiburan. Ribuan masyarakat tumpah-ruah mendengarkan lagu-lagu mandarin yang didendangkan artis-artis mancanegara.

 

Tradisi Tionghoa yang dikolaborasikan dengan kebudayaan lokal juga ikut ditampilkan. Menikmati aneka sajian seni budaya masyarakat Tionghoa tentu memberikan pengalaman tersendiri.

 

3. ‘’City Tour’’ Menggunakan Becak Dayung

Belum lengkap rasanya kalau belum menjelajahi tiap sudut Kota Bagan Siapiapi yang kental akan nuansa kultural. Menikmati ''City Tour'' dengan sarana transportasi seperti becak dayung tentu menambah keseruan.

 

Becak dayung memang sangat mudah kita temui di daerah yang dulu dikenal sebagai penghasil ikan terbesar nomor dua di dunia ini. Para abang becak biasanya mematok tarif Rp 20 ribu untuk sekali keliling.

 

4. Mengunjungi Keunikan Museum Ikan dan Museum Tionghoa

Sebagai daerah penghasil ikan terbesar, Bagan Siapiapi juga memiliki Museum Ikan. Museum Ikan ini terletak di kawasan Batu 6. Pengunjung bisa melihat-lihat aneka koleksi ikan yang berada di lantai 2 museum ini.

 

Persis di samping Museum Ikan ini, kita juga bisa menemukan Museum Tionghoa dengan arsitektur khas Tionghoa. Museum ini menyimpan aneka koleksi benda-benda unik buatan komunitas Tionghoa Bagan Siapiapi. Masih ada museum lainnya di sekitaran sini, yakni Museum Sejarah Rokan Hilir dan Museum Muslim Bagan Siapiapi.

 

5. Menikmati Kopi Khas Bagan Siapiapi

Kedai kopi menjadi salah satu identitas Kota Bagan Siapiapi. Di tiap sudut kota kedai kopi begitu mudah ditemui. Mayoritas dimiliki etnis Tionghoa. Masyarakat Bagan Siapiapi memang gemar menikmati kopi sambil mengobrol banyak hal. Kedai-kedai kopi di sini mulai ramai sejak pagi. Tentu tak lengkap bertandang ke kota ini bila belum menyeruput khasnya sajian kopi Bagan Siapiapi.

 

6. Mengikuti Meriahnya Prosesi Arak-arakan Tongkang

Puncak ritual Bakar Tongkang ditandai dengan prosesi pembakaran Tongkang yang digelar di Jalan Perniagaan, Bagan Siapiapi. Sebelum dibakar, Tongkang terlebih dahulu diarak dari tempat persemayamannya di kelenteng Ing Hok Kiong. Prosesi arak-arakan ini berlangsung meriah dan diikuti ribuan orang.

 

Suara petasan bersahut-sahutan sepanjang jalan. Kita bisa ikut prosesi arak-arakan ini dan menikmati keseruan bersama komunitas Tionghoa yang datang dari berbagai penjuru negeri.

 

Prosesi Bakar Tongkang. Foto: tripriau.com

 

7. Mencicipi ‘’Kacang Pukul’’ Khas Bagan yang Otentik

Belum ke Bagan Siapiapi namanya bila belum membeli dan mencicipi ''Kacang Pukul''. Makanan khas kota ini cocok dijadikan oleh-oleh. Kudapan dengan cita rasa lezat ini diolah oleh masyarakat Tionghoa. Salah satu tempat terkenal yang memproduksi kacang pukul adalah Toko HH yang berlokasi di Jalan Perdagangan.

 

Kacang Pukul ini biasa dijual dengan harga beragam mulai dari Rp 7 ribu - Rp 28 ribu. Saat event Bakar Tongkang digelar tempat ini penuh sesak oleh pembeli.(rio)



Tags:  -