Festival Sungai Siak: Menjaga Sungai Memajukan Pariwisata

By Trip Riau  |  05 Juni 2016 17:04:49 WIB  |  News

Parade Perahu Hias pada gelaran Festival Sungai Siak.(Rio Sunera/tripriau.com)

TRIPRIAU.com – Sungai Siak yang dulunya bernama Sungai Jantan selalu dianaktirikan. Sungai ini selalu menjadi halaman belakang dan identik dengan pencemaran. Padahal sungai terdalam di Indonesia ini punya potensi besar untuk dikembangkan, terutama dari sektor pariwisata.

Tak banyak aktivitas yang bisa dilihat di sungai yang membelah Kecamatan Senapelan dan Kecamatan Rumbai tersebut. Selain air yang berwarna cokelat, Sungai Siak cuma menyajikan pemandangan rumah-rumah kayu nan kumuh di tepiannya.

Biasanya, hanya sekali dalam setahun kawasan pinggir sungainya meriah dan didatangi banyak orang, yaitu pada ritual Petang Megang yang dilaksanakan sehari menjelang puasa Ramadhan. Puluhan ribu masyarakat biasanya tumpah-ruah di sana.

Kawasan pinggiran Sungai Siak kembali ramai selama pelaksanaan Festival Sungai Siak 2016, yang digelar 2-4 Juni 2016. Kegiatan ini dipusatkan di bandar wisata Kampung Bandar yang berada di Jalan Perdagangan, Kelurahan Kampung Bandar, Senapelan.

Festival Sungai Siak baru pertama kali diadakan. Kegiatan yang diinisiasi swasta dengan menggandeng pemerintah kota ini bertujuan untuk mengembangkan sektor pariwisata di Pekanbaru. Tiga aspek, yakni kuliner, seni, dan budaya dikolaborasikan pada perhelatan tersebut.  

Pembukaan acara pada Kamis (2/6), berlangsung meriah dengan dihadiri walikota Pekanbaru Firdaus MT. Berbagai kemeriahan mampu menarik perhatian masyarakat pada event bertitel ‘’Experience Taste of Melayu’’ ini.

Pada pembukaan yang digelar sore hari, penyelenggara menampilkan battle drum, parade perahu hias, serta musik bengkel dari salah satu sekolah menengah kejuruan di Pekanbaru.

Pengunjung juga menikmati berbagai kegiatan pada event yang dilaksanakan di Laman Rumah Tuan Kadi ini atau persis dibawah Jembatan Siak IV. Mulai dari pameran dan kuliner, tari dan kerajinan, permainan rakyat, panggung hiburan, parade perahu, lomba mewarnai, serta lomba foto.

Pada malam hari, masyarakat tidak hanya disuguhi beragam aksi di atas panggung. Tapi, juga pemandangan jembatan Siak IV yang makin cantik dengan lampu kerlap-kerlip dan air mancur mini yang dipasang dibawahnya.  

‘’Kegiatan Festival Sungai Siak ini bisa menggali potensi sungai siak sebagai sumber ekonomi. Baik usaha kecil menengah maupun industri kreatif,’’ kata Walikota Pekanbaru Firdaus MT pada pembukaan acara.

Menurutnya, sektor pariwisata paling menjanjikan untuk dijadikan sektor unggulan. ‘’Industri pariwisata menjadi lokomotif untuk menarik gerbong industri lainnya, seperti industri kreatif,’’ sebutnya.

Firdaus berharap, Festival Sungai Siak bisa dijual sebagai paket wisata nasional. ‘’Tidak hanya lokal,’’ ucapnya.

Sementara, ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru Nur Hasyim yang hadir pada pembukaan menyampaikan, event yang digelar di tepian sungai siak ini bisa menjadi program peningkatan budaya melayu di Pekanbaru.

‘’Di tahun mendatang bisa lebih ditingkatkan dengan mengambil kegiatan bagaimana Raja Siak dulu datang ke Pekanbaru. Kedatangan raja ini bisa dijadikan event untuk menggambarkan kedatangan Raja Siak di Pekanbaru,’’ tambahnya.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -