Selamatkan Sungai Siak dari Pencemaran

By Trip Riau  |  11 Juli 2016 16:19:39 WIB  |  News

Lanskap Taman Nasional Zamrud di Kabupaten Siak.(foto: Dok.tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Tingkat Nasional Tahun 2016 di Kota Siak Sri Indrapura, 23 Juli mendatang, menjadi momentum tepat untuk menggugah kesadaran semua pihak di daerah untuk aktif mencegah kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Hal tersebut dikatakan Bupati Siak H Syamsuar, saat memantau persiapan helat yang pertama kalinya akan digelar diluar ibukota negara tersebut.

“Bicara tentang isu lingkungan, bagi Kabupaten Siak itu kompleks. Kita tak bisa hanya bicara tentang kebersihan lingkungan perkotaan saja. Sebab Siak punya semua baik kota, hutan kota dan hutan lindung, cagar biosfer, Taman Nasional Zamrud, dan juga tak kalah pentingnya keberadaan sungai Siak,” kata Syamsuar.

Karena itu ungkap Datuk Setia Amanah ini, Pemerintah Kabupaten Siak tidak mungkin bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan semua pihak termasuk pemerintah kabupaten dan kota lainnya, masyarakat, dan juga dunia industri untuk melakukan aksi nyata menyelamatkan hutan dan sungai dari kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Terkait keberadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak, menurut Syamsuar punya arti teramat penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Sebagai kawasan yang berada di muara sungai terdalam di Indonesia itu, Kabupaten Siak selalu menanggung konsekuensi terberat atas pencemaran aliran sungai Siak yang puluhan tahun terjadi.

“Selain hilangnya biota khas yang hidup di sepanjang aliran sungai, pencemaran sungai yang terjadi juga menyebabkan masyarakat Siak kesulitan air bersih. Bayangkan seberapa besar biaya yang kita butuhkan untuk menyuling air sungai sebagai sumber air bersih,” jelasnya.

Karena itu, pada Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Tingkat Nasional nanti, Pemkab Siak menggagas pelepasan 100 ribu benih (restocking) varietas ikan khas sungai Siak oleh Presiden RI Joko Widodo, yang dilakukan serentak bersama 600 orang nelayan di depan Istana Siak Asserayah El Hasyimiyah.

“Pelepasan benih ikan oleh Presiden tersebut maksudnya simbolisasi pesan agar semua pihak termasuk dunia industri turut memberikan perhatian terhadap alam lingkungan dan sungai. Kan tak lucu kalau ikan yang ditebar Presiden mati dikemudian hari, bisa-bisa LSM dan pemerhati lingkungan ribut tentang pencemaran sungai itu nanti,” tutupnya.

Editor: Rio Sunera



Tags:  -