Menikmati Kopi Pinggir Jalan di Bahnhof Coffee

By Trip Riau  |  01 Agustus 2016 13:54:42 WIB  |  City Guide

Bahnhof Coffee yang tiap hari mangkal di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru.(Jalaluddin/tripriau.com)

PEKANBARU, TRIPRIAU.com - Sebuah mobil Volkswagen Kombi Brazil tahun 1979 terparkir di pinggir trotoar di salah satu ruas jalan di Pekanbaru. Di bagian belakang yang sedikit dimodifikasi, terpajang sebuah mesin kopi bermerk Benital. Kopi, yang biasanya dinikmati di coffee shop, kini bisa dinikmati dipinggir jalan, dengan rasa yang tak kalah.

Mobil legendaris buatan Jerman berwarna biru metalik itu kepunyaan Oki Nasution (35). Sejak awal 2016 kemarin, dia memilih berbisnis kopi. Tak lama setelah kunjungannya ke Takengon. Sebuah daerah penghasil kopi Gayo terkenal, yang berada di Aceh Tengah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Oki kemudian memberi nama bisnis kopinya dengan Bahnhof, yang dalam bahasa Jerman – sesuai asal mobilnya – berarti ‘stasiun’. ‘’Jadi, ini ‘stasiun kopi’,’’ ucap Oki.

Dengan alasan dana yang minim, Oki memilih tidak menyewa tempat untuk bisnis kopinya. Dia membeli mobil VW dan membuka bisnis kopinya secara mobile.

Di Ibukota Jakarta, bisnis yang dilakukan Oki dengan membuka tempat kopi di pinggir jalan bukanlah hal baru. Namun, di Pekanbaru, konsep food truck yang menjual produk berupa kopi terbilang langka.

Ide bisnis ini didapatkan Oki saat datang ke Jakarta pada tahun 2014. Di sana dia melihat banyak bisnis yang memanfaatkan mobil-mobil unik dan dijual dipinggir jalan.

‘’Sewa ruko belum tentu ramai. Akhirnya, cari mobil yang unik supaya beda. Jadi, uniknya dapat murahnya dapat,’’ kata Oki saat mengobrol dengan tripriau.com.

Bahnhof Coffee menyediakan berbagai varian minuman kopi layaknya kopi-kopi berkelas yang ada di cafe-cafe. Namun, dengan harga lebih murah. ‘’Sebab, kita tidak menjual suasana di sini. Kebanyakan pelanggan biasanya memesan dan dibawa pulang,’’ ujarnya.

Meski dijual di pinggir jalan, namun beragam minuman kopi yang dijual Oki tak kalah nikmat. Mesin espresso dan sebuah mesin grinder menjadi andalannya dalam mengolah biji kopi arabika yang dipasoknya langsung dari Takengon.

‘’Kita hanya menjual kopi Gayo saja. Karena di Sumatera untuk Arabika, ya, kopi Gayo. Kita coba yang spesifik,’’ lanjutnya.

Persis di Jalan Cut Nyak Dien, di kawasan belakang kantor Gubernur Riau, pengunjung bisa mencicipi nikmatnya kopi racikan Oki. Mulai dari Espresso, Double Espresso, Long Black, Cafe Latte, Cappucino, Macchiato, Caramel Macchiato, Vanila Latte, Hazelnut Latte, dan Mochaciano. Juga ada varian cokelat seperti Hot Chocolate, Choco Caramel, Choco Hazelnut, dan Choco Vanilla.

Lokasi mangkal Bahnhof Coffee yang berada di pusat perkantoran, membuat kebanyakan pelanggannya datang dari orang-orang kantoran ini. Kebanyakan mereka mampir setelah pulang kerja. Maka tak heran, jam sibuk Oki adalah pada sore hari.

Sebelum mangkal di area Cut Nyak Dien sekarang, Bahnhof Coffee sudah mencoba berjualan di banyak tempat. Mulai dari kawasan belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma, hingga Jalan Arifin Ahmad.

Pada hari Minggu, Bahnhof bisa ditemui di area Car Free Day Jalan Gajah Mada. Di luar hari itu dia mangkal dari jam 11 siang sampai jam 7 malam di Jalan Cut Nyak Dien.

Oki menjelaskan, pilihan lokasi bisnisnya di pinggir jalan membuat usahanya sering menjadi sasaran satuan pengamanan dan ketertiban dari pemerintah. ‘’Itu tantangannya, karena kita kaki 5, jadi sering ditertibkan,’’ ujarnya.

Dia menyampaikan, harusnya pemerintah menyediakan ruang khusus bagi pedagang-pedagang yang berjualan di pinggir jalan atau yang memanfaatkan media jualan seperti mobil. ‘’Jadi, pedagang bisa berjualan secara nyaman,’’ katanya lagi.

Penulis: Rio Sunera

 

 

 

                                                                                                   



Tags:  -