Dari Ajang ‘Pejuang Lapangan Hijau’’ di Tiga Naga Football Academy

By Trip Riau  |  18 Agustus 2016 16:37:57 WIB  |  News

Bima Sakti, Bambang Pamungkas, dan Kurniawan Dwi Yulianto di ajang ''Pejuang Lapangan Hijau''.(Muhammad Ridho/tripriau.com)

PEKANBARU, TRIPRIAU.com – Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71 jadi momen penting bagi Tiga Naga Football Academy. Hari itu, tiga orang legenda sepakbola nasional, Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Bambang Pamungkas hadir memberikan motivasi untuk siswa akademi. Mantan pelatih timnas Danurwindo, juga hadir pada kesempatan tersebut.

Para pesepakbola terbaik yang pernah dimiliki Indonesia tersebut hadir ke Pekanbaru dalam ajang ‘Pejuang Lapangan Hijau’ yang diadakan akademi sepakbola Tiga Naga, Rabu (17/8) sore. Valentino ‘Jebret’ Simanjuntak yang menjadi host pada kegiatan itu membuat acara makin seru.

Dihadapan puluhan siswa bola serta masyarakat Pekanbaru, ketiganya bercerita tentang pengalaman serta bagaimana meraih sukses di sepakbola.

Dengan fasilitas terbaik yang dimiliki akademi ini, banyak yang berharap Tiga Naga Football Academy bisa menghasilkan pesepakbola terbaik yang akan mengharumkan nama bangsa.

Bahkan, Danurwindo, pelatih kawakan yang disebut sebagai profesor sepakbola di Indonesia tak ragu mengatakan, bahwa Tiga Naga Football Academy merupakan akademi sepakbola terbaik di Indonesia.

Bambang Pamungkas yang akrab dengan panggilan Bepe memulai cerita pada sore itu. Dengan gaya bicara yang banyak menyelipkan candaan, pemain Persija Jakarta tersebut bercerita tentang kisahnya hingga menjadi pemain nasional dengan caps terbanyak.

Ada tiga kunci sukses yang disampaikan Bepe untuk jadi pesepakbola sukses, yakni berfikir positif, percaya diri, serta optimis.

Menurut pemilik 44 gol untuk timnas tersebut, pemain profesional tidak hanya nama, tapi juga tingkah laku. Baik di dalam maupun di luar lapangan.

‘’Saya berusaha untuk melihat semuanya dari sisi positif. Banyak halangan dan rintangan untuk menjadi pemain profesional. Jangan menyalahkan orang lain untuk kegagalan kita, misalnya pelatih. Lakukan koreksi dalam diri,’’ ujarnya.

Kepercayaan diri juga jadi elemen penting untuk menjadi sukses. ‘’Gimana orang bisa percaya dengan kemampuan kita, kalau kita sendiri tidak percaya dengan kemampuan yang kita miliki. Saya pernah gagal nendang penalti, tapi ketika ditunjuk lagi saya tidak pernah bilang tidak mau,’’ katanya.

Setelah Bepe, Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto secara bergantian tampil memberikan motivasi kepada pemain muda yang hadir.

Penulis: Rio Sunera

 

 



Tags:  -