Danau Naga Sakti, Potensi Baru Wisata Siak

By Trip Riau  |  19 Agustus 2016 11:11:17 WIB  |  News

Danau Naga Sakti yang ada di Desa Dosan, Pusako, Kabupaten Siak.(Rio Sunera/tripriau.com)

SIAK, TRIPRIAU.com – Sebagai destinasi wisata andalan di Provinsi Riau, Kabupaten Siak memiliki banyak sekali destinasi. Baik yang dikenal dan sudah terkelola, maupun yang belum mendapatkan sentuhan. Salah satunya, Danau Naga Sakti.

Danau dengan air berwarna hitam ini berada di Desa Dosan, Kecamatan Pusako. Kawasan ini sangat cocok dijadikan destinasi ekowisata, melengkapi beberapa destinasi serupa yang ada di Kabupaten Siak.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal ST MT beberapa waktu lalu menyampaikan, kawasan Danau Naga Sakti akan sangat cocok bila dikembangkan sebagai wisata alam konservasi. ‘’Jangan ada yang diubah. Kita jual ekowisatanya,’’ sebutnya.

Fahmi yang sudah melihat langsung kawasan tersebut menambahkan, pihaknya mendorong pengembangan destinasi baru ini.

‘’Berbagai fasilitas umum bisa dilengkapi. Kita sesuaikan dengan kewenangan. Berbagai usaha yang dilakukan masyarakat (lokal) untuk pengembangan juga sudah terlihat,’’ tambah Fahmi.

Selanjutnya, program toilet bersih untuk pengunjung, serta kondisi jalan bisa ditingkatkan.

Dia menambahkan, bahwa tim dari Dinas Pariwisata terus bergerak mencari potensi-potensi wisata yang baru.

 

Tentang Danau Naga Sakti

Dilansir dari infosiak.com, letak Danau Naga Sakti terjepit pada dua perusahaan yang sama-sama sedang beroperasi, yakni antara sumur ladang minyak milik BOB dan hutan HTI milik PT. Sinarmas.

Dari Kota Siak Sri Indrapura Danau Naga Sakti dapat ditempuh dengan angkutan darat selama 30 menit. Rutenya melewati jalan lintas Sei Apit – Pusako. Dari jalan lintas, pengunjung harus menempuh jalan tanah terlebih dulu sejauh 340 meter dari jalan raya.

Dengan ketenangan air serta warnanya yang cukup kelam, sebagai pertanda bagaimana danau itu menyimpan kekuatan magis yang memang sebagian warga sekitar mempercayainya.

Danau yang memiliki luas sekitar 400 hektar, terbentang diselimuti hutan dan semak-semak. Seakan tidak terjamah oleh pemerintah dalam pengembangan destinasi wisata yang menjadi salah satu andalan.

Dari informasi yang berkembang, Danau Naga Sakti terbentuk pada zaman dahulu kala. Di sebuah desa bernama Pebadaran hiduplah seorang wanita yang kemudian melahirkan anak berwujud seekor ular. Karena sayang terhadap anaknya, dipeliharalah anak wujud ular itu hingga memasuki dewasa dan menjadi tumbuh besar.

Sementara itu, masyarakat sekitar desa yang mengetahui hal itu menjadi resah. Khawatir akan menimbulkan bahaya bagi kehidupan sekitar lingkungannya.

Akhirnya, sang ibu pun mengusir sang anak yang berwujud ular tersebut untuk pergi meninggalkan kampung.

Selanjutnya, sang anak yang berwujud ular itu pun pergi menuju danau itu dan hingga kini bertempat tinggal di danau tersebut.

Selanjutnya sang ibu, yang telah ditinggal sang anaknya pun bermimpi. Kalau ingin bertemu supaya datang ketepian danau itu. Singkat cerita masyarakat pun akhirnya memberikan nama danau itu dengan julukan Danau Naga Sakti, dengan artian ular yang sakti.

Konon juga warga sekitar belum pernah memancing maupun bersampan di sekitar danau itu. Ada beberapa informasi yang digali bahwa tidak ada yang berani, meskipun kebenarannya masih diragukan.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -