Wild Fishing PAPER di Sungai Gangsal Hulu

Ikan Predator Ganas di Kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh

By Trip Riau  |  25 Agustus 2016 10:41:42 WIB  |  News

Paper saat menelusuri Sungai Gangsal melakukan kegiatan wild fishing.(PAPER for tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Wild Fishing atau biasa dikenal dengan sebutan mancing di alam liar kini mulai banyak digemari masyarakat. Mereka berpendapat wild fishing ini sangat menantang dan mempunyai sensasi tersendiri yang tidak ternilai harganya, apalagi ikan yang didapat adalah ikan target yang diinginkan.

Inilah yang dilakukan oleh penggiat mancing dari para anggota Persaudaraan Pemancing Riau (PAPER) wilayah Indragiri Hulu pada Rabu, 17 Agustus 2016 lalu.

Tujuh orang anggota, yakni Dani MM, Rinjani Akbar Ji, Nodi Hartono, Fandy AR, Atok KP, Sugiyatno, dan Nanang BG berkunjung ke sungai Gangsal Hulu yang terletak di Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu. Desa ini berada di kawasan konservasi karena berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.

Salah satu tujuan wild fishing kali ini adalah untuk mengeksplor spesies ikan yang bisa di dapatkan di sungai yang sangat terjaga ekosistemnya oleh kearifan lokal di sepanjang sungai tersebut.

Perjalanan menuju spot mancing dimulai dari Desa Rantau Langsat. Tepatnya di Dusun Lemang, sekitar 6 jam dari Pekanbaru menggunakan transportasi darat.

Untuk mendapatkan spot yang potensial, para penggiat mancing ini harus menuju hulu Sungai Gangsal sekitar 4 jam perjalanan ke dusun Sadan.

Salah seorang anggota Paper menunjukkan ikan hasil tangkapannya.(PAPER for tripriau.com)

Transportasi yang digunakan adalah boat dengan mesin tempel 15 PK yang didapat dengan cara menyewa ke penduduk setempat.

Namun, dengan kondisi air sungai yang agak surut, tak jarang boat kandas dan harus turun ke air untuk mendorong boat hingga ke alur sungai yang dalam.

Penghobi mancing ini yakin, semakin ke hulu sungai semakin besar potensi ikan target yang bisa mereka dapatkan

Adapun ikan Predator yang menjadi target ialah ikan Hampala (Macrolepidota) atau Sebarau dalam bahasa lokal. Selain itu juga ikan Mahseer (Tor Tambroides ) atau ikan Semah dalam bahasa Lokal, dengan menggunakan perangkat mancing yang menggunakan teknik Casting atau dikenal dengan menggunakan umpan mainan.

Selain memiliki tantangan dan sensasi strike / tarikan yang luar biasa apabila mendapatkan ikan target, wild fishing dengan menggunakan perangkat casting juga harus mempunyai keahlian khusus semacam akurasi dan orientasi spot. Dan pastinya tetap menjaga keselamatan agar terhindar dari hal – hal yang tidak diinginkan.

Kegiatan wild fishing yang dilakukan oleh para penggiat mancing Persaudaraan Pemancing Riau (PAPER) wilayah INHU ini cukup membuahkan hasil, meski hasilnya kurang maksimal. Tetapi para anggota puas dengan sensasi perjalanan dan sensasi strike yang telah mereka inginkan sejak awal.

Ikan Hampala atau Sebarau (Macrolepidota) menjadi ikan yang paling banyak mereka dapatkan. Terkecuali ikan Mahseer yang tak satupun mereka dapatkan dan masih menjadi ikan target incaran mereka yang belum tercapai. Dan mereka akan datang lagi di lain kesempatan hingga ikan target yang mereka inginkan dapat terwujud.

Penulis: Rinjani Akbar / Persaudaraan Pemancing Riau (PAPER)

Editor: Rio Sunera



Tags:  -