2 Hal yang Sering Dikeluhkan Wisatawan Saat Festival Pacu Jalur

By Trip Riau  |  26 Agustus 2016 10:56:21 WIB  |  News

Dua buah jalur saat berpacu di tepian Narosa. (Dok tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Festival Pacu Jalur Tradisional di Kuantan Singingi selalu menjadi magnet bagi wisatawan. Di usia yang sudah mencapai 113 tahun, Festival ini mampu bertahan sebagai atraksi budaya terbesar di Riau.

Sebagai salah satu event yang masuk dalam kalender pariwisata nasional, citra positif pacu jalur sebagai sebuah event wisata menjadi hal penting.  

Namun begitu, ada beberapa hal yang selama ini kerap dikeluhkan pengunjung saat menyaksikan event pacu jalur. Yakni soal mahalnya tarif parkir dan harga makanan selama event berlangsung.

Sudah jadi rahasia umum, tarif parkir selama pelaksanaan pacu jalur terbilang mahal. Terutama kendaraan roda empat yang dipatok sebesar Rp 20 ribu per mobil. 

(Baca juga : Nonton Randai hingga Berburu Lemang, Kegiatan Seru Saat festival Pacu Jalur)

Hal ini banyak dikeluhkan wisatawan yang datang ke Kota Teluk Kuantan menggunakan mobil pribadi. Seperti yang disampaikan Azwin (32), yang jauh-jauh datang dari Pekanbaru.

"Baru sampai dan parkir mobil langsung diminta Rp 20 ribu. Kaget juga. Kalau empat hari di sini, habis Rp 80 ribu juga hanya untuk parkir," katanya yang baru pertama kali menonton Festival Pacu Jalur.

Hal yang sama juga terjadi pada makanan. Banyak penjual makanan di Teluk Kuantan memanfaatkan momen pacu jalur untuk meraup untung sebanyak-banyaknya. Makanan dijual dengan harga mencekik.

Wisatawan harus jeli dan hati-hati memilih tempat makan selama menyaksikan pacu jalur. Sebab, beberapa tempat makan masih ada yang menjual dengan harga standar.

Keluhan masyarakat tentang tarif parkir dan harga makanan ini sudah berlangsung lama. Setiap event pacu jalur tradisional di Tepian Narosa, ketidaknyamanan ini selalu jadi keluhan masyarakat.

Penulis: Rio Sunera

 



Tags:  -