Berbuat untuk Sepahat

By Trip Riau  |  27 Agustus 2016 11:35:27 WIB  |  News

Kondisi Pantai Sepahat, Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis.(Dok.tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Segelas es cendol membasahi tenggorokan di tengah terik siang di Pantai Sepahat. Di kejauhan, sebuah pohon Api-api atau Avicennia alba tampak berdiri di tengah pantai yang sudah tergerus abrasi.

Abrasi hebat memang sudah melanda Pantai Sepahat, di Desa Sepahat, Bukit Batu, Bengkalis sejak lama.

Sudah ratusan meter abrasi menggerus kawasan ini. Di antara pantai yang tampak kritis, tersisa sebuah dermaga yang sudah lapuk. Di tingkahi pohon Api-api, yakni satu diantara vegetasi penyusun hutan mangrove yang berada di garis depan menghadang derasnya ombak dan angin di sepanjang garis pantai.

Meski mengalami kerusakan lingkungan, tapi Pantai Sepahat cukup ramai didatangi wisatawan. Terutama di akhir pekan dan hari libur nasional. Tawaran pantai dengan ombak kecil membuat mereka betah berlama-lama di kawasan ini.

Kondisi Pantai Sepahat mendorong anak muda tempatan untuk peduli. Melalui badan usaha milik desa (Bumdes), mereka melakukan beberapa langkah untuk memajukan kawasan.

Diantaranya, menjaga lingkungan dan membangun beberapa fasilitas wisata agar kunjungan wisatawan bisa meningkat.

Ketua Bumdes Jasmin menuturkan, setelah dibentuk awal tahun 2016 mereka langsung bergerak.

''Ketika itu, selepas pembentukan Bumdes, kita dapat pelatihan dulu tentang pengelolaan Bumdes," katanya.
Di kawasan Pantai Sepahat, Jasmin dan kawan-kawan menanam ratusan batang pohon ketapang. 

(Baca juga : 5 Foto Menggambarkan Abrasi di Pantai Sepahat, Kabupaten Bengkalis)

''Kita lihat Pantai Sepahat sangat panas, karena kurang penghijauan. Kita tanam pohon ketapang di tepi pantai untuk peneduh," ujarnya kepada tripriau.com beberapa waktu lalu.

Beberapa fasilitas penunjang pariwisata juga dibangun untuk memanjakan pengunjung. Diantaranya dengan mendirikan tempat peristirahatan dan menyediakan beragam permainan.

"Selama ini tidak ada bangunan tempat beristirahat pengunjung. Toilet juga minim,'' terang Jasmin.

Saat ini, sudah ada 2 unit permainan Banana Boat dan 3 unit motor trail mini yang bisa dimanfaatkan wisatawan saat berkunjung ke Pantai Sepahat.

''Sumber dana kita dari anggaran desa. Untuk sementara, baru beberapa permainan itu yang bisa kita sediakan untuk pengunjung Pantai Sepahat," ucapnya.

Jasmin menambahkan, saat ini tingkat kunjungan di Pantai Sepahat rata-rata mencapai 2.000 orang perbulan.

Melalui berbagai upaya yang dilakukan di kawasan Pantai Sepahat, salah satu dampak positifnya adalah terbukanya lapangan kerja untuk anak-anak muda di sana.

''Kita memberi peluang kepada pemuda untuk kerja. Kalau bisa kita juga berharap bantuan dari kabupaten, sehingga Pantai Sepahat bisa terkenal sampai ke kabupatan dan provinsi,'' tutur Jasmin.

Di tengah kerusakan lingkungan yang terjadi, Pantai Sepahat sebenarnya memiliki lanskap pantai yang indah. Lokasinya juga sangat strategis karena bersinggungan dengan Selat Malaka.

Akses ke pantai ini juga sangat mudah. Sebab berada di jalan lintas Dumai-Sei Pakning. Moda transportasi darat bisa langsung menyentuh kawasan tersebut.

Dari Dumai, Sepahat bisa ditempuh selama lebih kurang 1 jam perjalanan. Sementara dari Pekanbaru waktu tempuhnya sekitar 5-6 jam.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -