Kedai Koko, Tempat Nongkrong Asik di Kampus Unri, Jokowi Pun Pernah Ngopi di Sana

By Trip Riau  |  01 September 2016 21:34:35 WIB  |  City Guide

Suasana di kedai koko. (Muhammad Ridho / tripriau.com)

PEKANBARU, TRIPRIAU.com - Mahasiswa Universitas Riau punya tempat favorit untuk nongkrong, yaitu sebuah kedai kopi yang populer dengan Kedai Koko.

Kedai Koko ini berada di kawasan Rumah Sakit Universitas Riau, Jalan Bina Widya, Panam, Pekanbaru.

Tidak hanya mahasiswa, para dosen hingga tamu dari luar pun kerap mengisi waktu luang sembari ngopi di tempat ini.

Awalnya, Kedai Koko berdiri di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sejak 2011. Kemudian pindah pada tahun 2015. Saat masih buka di kampus Fisip itulah, Presiden Jokowi yang waktu itu masih Gubernur DKI pernah ngopi di sana.  

Kedai Koko sendiri tidak memiliki plang nama. Kedai Koko hanya sebutan dari para pelanggannya. Sebab, Kedai Koko ini dimiliki oleh seorang keturunan Tionghoa yang akrab disapa Koko - dalam bahasa Tionghoa berarti kakak laki-laki.

Kopi Susu di Kedai koko.(Muhammad Ridho / tripriau.com)Kedai Koko menempati sebuah bangunan permanen bercat putih. Meja dan kursi-kursi pengunjung di tata di area depan dan samping. Hanya bermodal atap seng tanpa tembok. Sehingga, cukup sejuk. Apalagi ketika semilir angin dari pohon-pohon besar yang berada tak jauh dari sana menghampiri.

Untuk urusan menu, yang jadi favorit di kedai ini adalah kopi. Para pelanggan bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menikmati segelas kopi racikan si Koko.

Untuk menikmati kopi hitam pelanggan bisa merogoh kocek sebesar Rp 7 ribu per gelas, dan Kopi Susu Rp 8 ribu. Minuman lainnya ada cappucino, chococino, moccacino, teh tarik, dan nescafe.

Pengunjung juga bisa menikmati beragam makanan di sini. Seperti, mi rebus, nasi goreng seafood, kwetiaw, mi goreng, bihun goreng, indomie rebus, soto ayam, dan sup ayam.

Kedai Koko ini buka dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Pelanggan juga betah berlama-lama di Kedai Koko, sebab Koko juga menyediakan akses internet gratis.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -