Food Story

‘Gulai Tikungan Atuk’, Pelepas Rindu di Kaki Lima

By Trip Riau  |  19 September 2016 11:58:26 WIB  |  Culinary

Lapak Nasi Gultik Atuk yang berlokasi di Jalan Diponegoro Ujung, belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma Pekanbaru.(Jalaluddin / tripriau.com)

PEKANBARU, TRIPRIAU.com – Gultik atau gulai tikungan yang selama ini sangat populer di Jakarta sekarang bisa dinikmati di Pekanbaru. Gultik, menjadi pilihan baru para penyuka kuliner jalanan di kota ini. Sekaligus, jadi cara unik berpetualang rasa.

Jalanan di belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma Pekanbaru cukup ramai Sabtu (17/9) sore itu. Seorang pria, Costa (37) sibuk melayani pembeli. Dia mengambil secentong nasi, gulai daging, lantas menghidangkannya pada pelanggan.

Di lapak jualan Costa tersebut, terlihat sebuah pikulan dengan payung warna-warni, beberapa kursi plastik, serta tikar yang dibentang di atas trotoar. Beberapa orang pelanggan terlihat sedang menyantap hidangan dengan lahap.

Begitulah atmosfer yang dihadirkan Nasi Gultik (gulai tikungan) Atuk. Sebuah usaha rintisan Costa dan temannya Oci (29) yang belum genap sebulan dibuka di kota ini.

Costa menjelaskan, usaha nasi gultiknya terinspirasi dari kebiasaannya makan gultik di Jakarta. Di ibukota, gultik memang sudah menjadi kuliner yang begitu nge-trend. Di salah satu kawasan di sana pedagang gultik berjejer sepanjang jalan, bisa ditemui 24 jam.

Costa mengakui, menerapkan konsep ATM dalam bisnisnya, yakni Amati, Tiru, Modifikasi. Beda dengan penjual nasi gultik di Jakarta, Costa menambahkan merek dagang ‘Atuk’ dalam bisnisnya. ‘’Kalau di Jakarta, kan, enggak. Semuanya namanyanya sama, hanya gultik. Jadi banyak penjualnya di sana,’’ katanya.

Jalan Diponegoro Ujung, Gobah, yang berada di depan bekas Konsulat Malaysia menjadi pilihan Costa untuk menarik pelanggan. ‘’Kita buka di jalanan karena modal gak kuat. Selain itu, jualan di kaki lima juga menarik,’’ sebutnya.

Nasi Gultik Atuk ini, kata Costa, juga menjadi tempat orang yang biasa makan gultik di Jakarta melepas rindu. ‘’Banyak orang yang biasa makan nasi gultik di Jakarta melepas kangen di sini,’’ kata pria berkacamata ini kepada tripriau.com.

Baru beberapa hari dibuka, Gultik Atuk ternyata mendapat animo tinggi dari pecinta kuliner di Pekanbaru. Terutama, segmen pasar usia 40 tahun ke bawah. Tiap hari, rata-rata 60-70 porsi ludes oleh pelanggan. Angkanya akan meningkat saat akhir pekan.

Sajian Gultik Atuk sendiri cukup sederhana. Dalam sebuah piring, Costa menyajikan nasi putih, gulai daging, kemudian ditambahkan kerupuk dan bawang goreng. Untuk menambah sensasi pedas dan manis, pengunjung bisa menambahkan cabai dan kecap manis. Cabai giling di NAsi Gultik Atuk punya rasa yang unik. ‘’Sebab cabainya direbus dan menggunakan bumbu rahasia,’’ katanya.

Seporsi Nasi Gultik Atuk nan lezat.(Jalaluddin / tripriau.com)

Gulai daging Gultik Atuk cukup tasty di lidah. Berbeda dengan gulai daging pada umumnya yang berkuah kental, di sini kuahnya encer. Sebab, santan yang digunakan sedikit. Selain itu, warnanya juga kekuningan. ‘’Karena kita pakai kunyit. Kuah yang encer juga bikin kita tidak eneg saat menyantapnya,’’ tambah Oci.

Dengan kuah yang encer layaknya sup, menyantap nasi gultik jadi makin nikmat. Sebab, kuahnya yang berwarna kekuningan membanjiri nasi putihnya.

Di pikulan atau gerobak jualannya, gulai daging diletakkan di dalam belanga dari tanah liat dan dipanaskan dengan bara api. Sehingga, rasanya makin enak dan suhu panasnya juga terjaga.

Oci mengaku, untuk mendapatkan resep gulai daging yang enak, ia belajar membuat gulai pada sang nenek. Selain itu, dia juga melakukan eksperimen hingga berkali-kali. Sampai didapatkan resep dan bumbu rahasia yang pas.

Seporsi nasi gultik cukup murah meriah, hanya merogoh kocek Rp 10 ribu. Anda bisa menikmati dengan teh botol dingin ataupun air mineral. Akun istagram Nasi Gultik Atuk bisa dikunjungi melalui alamat @nasi.gultik.pekanbaru.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -