Food Story

Jalan-jalan ke Siak, Wajib Mampir ke Rumah Makan Ibu Baya di Palo

By Trip Riau  |  22 September 2016 09:44:01 WIB  |  Culinary

Hidangan menu masakan dari Rumah Makan Ibu Baya di Palo. (Istimewa)

TRIPRIAU.com – Tak mudah menemukan Rumah Makan Ibu Baya. Dari pusat kota Siak, kami mesti berkendara ke kampung Mempura. Beberapa kali juga kami sempat berhenti, dan bertanya lokasi rumah makan ini kepada penduduk setempat.

Kami menuju Rumah Makan Ibu Baya selepas ibadah magrib. Salah seorang dari kami merekomendasikan tempat makan tersebut. Katanya, hidangan khas melayu di sana enak.

Kendaraan yang kami tumpangi berjalan meninggalkan halaman Mesjid Raya Sultan Syarif Hasyim di Kota Siak Sri Indrapura. Dengan kecepatan sedang mobil membelah kegelapan malam. Menyusuri jalanan yang lengang, lantas berbelok ke arah kawasan pelabuhan lama.

Lambung sudah terasa kosong. Tapi, lokasi rumah makan yang dituju belum juga kelihatan. Rombongan yang terdiri dari Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, para staff, serta rekan media – seusai kegiatan Riau Tourism Explore Tour – sudah tidak sabar.

Kegiatan touring bersama hingga ke Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis pada siang harinya membuat rombongan begitu lelah dan lambung terasa begitu lapar.

Setelah beberapa saat melintasi jalan beraspal cukup mulus dengan pemandangan Sungai Siak di sisi kiri, sampailah kami di tempat makan yang dituju. Sebuah rumah makan dengan bangunan cukup sederhana dan tidak begitu besar.

Bangunannya bergaya lama dengan dominasi warna coklat. Beberapa batang pohon mangga menjadi peneduh halaman rumah makan ini.

Di bagian dalam, hanya ada beberapa meja panjang dan kursi kayu. Tempat pengunjung menikmati menu-menu lezat menyatu dengan tempat tinggal Ibu Baya dan keluarga.

Tidak ada plang nama atau penanda di depan rumah makan ini. Tapi, orang-orang sering menyebut dengan Rumah Makan Ibu Baya di Palo. Baya, merupakan nama si pemilik yang bernama lengkap Nuraya (53 ). Sedangkan Palo merujuk pada Kampung Palo, yakni nama kampung tempat lokasi rumah makan ini berdiri di Kecamatan Mempura.

Ibu Baya, si pemilik rumah makan dan anak-anaknya segera menyajikan beragam hidangan ke atas meja. Mulai dari beragam menu asam pedas hingga sambal terasi yang begitu menggugah selera. ‘’Datang tak bilang dulu. Lauknya tinggal ini. Sudah pada habis,’’ kata Ibu Baya dengan logat melayunya yang kental.

Saya memasukkan beberapa centong nasi putih hangat ke dalam piring. Lalu mengambil sepotong ikan patin yang dimasak asam pedas, sambal terasi, ikan teri sambal hijau, pucuk ubi rebus, serta lalapan tenggek burung dan selada.

Saya makan dengan lahap. Begitu pun dengan rombongan yang lain. Hidangan melayu nan lezat, disantap di tanah melayu pula dalam suasana perkampungan yang kental, membuat makan makin nikmat.

Ikan patin sungai yang dimasak asam pedas begitu lezat. Dagingnya manis, lembut, dan tidak berbau. Ditambah sambal terasi yang lezat dengan rasa pedas yang menantang. Ikan teri sambal hijau yang disajikan juga tak kalah sedap. Keringat pun mengucur deras membasahi wajah. ‘’Sedap betol,’’ kata teman di sebelah.

Sehari-hari, Ibu Baya menyajikan banyak sekali hidangan istimewa untuk pelanggan setianya. Seperti, asam pedas patin, ikan teri hijau, gulai jengkol, gulai jamur, sambal terasi, dan yang paling bikin penasaran adalah menu rusa rendang/gulai dan kancil gulai.

Salah satu rahasia kelezatan Rumah Makan Ibu Baya adalah bumbunya yang dibikin sendiri. ‘’Kita bikin dan racik sendiri bumbunya. Tidak pakai bumbu jadi yang ada di pasar,’’ sebut Ibu Baya kepada tripriau.com.

Selain itu, Ibu Baya melakukan proses sekali masak langsung habis. Sehingga, kesegaran dari menu yang disajikan sangat terjaga. Sebelum datang, pengunjung juga bisa memesan terlebih dulu menu yang akan disantap. Ibu Baya akan langsung memasak dan menyajikan menu yang dipesan dalam keadaan hangat.

Rumah Makan Ibu Baya di Kampung Palo, Mempura ini sudah berdiri sejak 14 tahun yang lalu. Meski agak terpencil dan butuh lebih dari 30 menit berkendara dari pusat kota Siak, tempat makan ini cukup terkenal dan ramai dikunjungi. Mulai dari pejabat, wisatawan lokal dan mancanegara, hingga Bupati Siak pernah makan di tempat ini.

Rumah Makan Ibu Baya buka setiap hari, kecuali Minggu, dari pukul 10.00 pagi sampai pukul 10 malam.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -