Peringatan International Coffee Day di Pekanbaru

Ketika Pecinta Kopi ‘’Mengkopikan Pekanbaru’’

By Trip Riau  |  02 Oktober 2016 21:27:09 WIB  |  News

Hari Kopi International di Pekanbaru. Foo: Abdul Ronny / tripriau.com

PEKANBARU, TRIPRIAU.com – Peringatan Hari Kopi International di Pekanbaru seakan menjadi etalase dari beragam varian kopi di tanah air. Beragam kopi, dari Toraja hingga kopi liberika dari Kepulauan Meranti, Riau bisa dinikmati para pecinta kopi di Pekanbaru.

Harumnya aroma kopi berbagai jenis menyeruak dari sebuah halaman salah satu kompleks perkantoran di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru. Di stand-stand yang telah disediakan, belasan coffee shop ikut ambil bagian.

Antara lain, terlihat stand yang diisi Warehouse Coffee Container, Krema Kofie, Fat Rabbit, Eighthreeight Café, Kopi Curah, Kopi Ranger, Zi Caffe, dan Kopi Atjeh.  

Mereka membawa mesin pembuat kopi, memberikan edukasi, sekaligus menampilkan atraksi pembuatan kopi.

Para pecinta kopi di Pekanbaru, yang biasanya menyeruput kopi di cafe-cafe hingga warung kopi, kali ini menikmati kopi di ruang terbuka. Menghadirkan nuansa tersendiri dalam perkembangan dunia perkopian di Pekanbaru.

Untuk pertama kali, Peringatan Hari Kopi Internasional digelar di Pekanbaru, Minggu (2/10). Penggagasnya para pecinta kopi dan barista di Kota Bertuah. Hingga sore, para pecinta kopi, yang didominasi anak muda tampak memenuhi area acara.

Kegiatan yang mengangkat tema ‘’Mengkopikan Pekanbaru’’ tersebut juga dimeriahkan dengan beragam kegiatan. Seperti barista performance, band, lelang kopi, doorprize, dan photoboth. Paling seru, para barista juga berbagi 1.000 gelas kopi gratis kepada pengunjung.

Masing-masing coffee shop yang hadir menampilkan keunikan dan ciri khas masing-masing. Kopi Atjeh yang berlokasi di Jalan Paus misalnya, menampilkan atraksi teknik saring. Teknik tradisional ini sudah ada sejak zaman Belanda. Prosesnya sekilas seperti membuat teh tarik.

‘’Teknik saring ini kita pakai metode tarik. Dengan teknik ini kandungan asam pada kopi akan keluar. Jadi aman untuk lambung. Kita angkat teknik lama ini agar tidak punah,’’ kata owner Atjeh Kopi Ari kepada tripriau.com.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -