Amru Taufan Alamsyah

Menjalankan Bisnis Perjalanan Umroh Berkualitas, Aman dan Nyaman

By Trip Riau  |  04 Oktober 2016 17:06:48 WIB  |  Business

Amru Taufan Alamsyah (46), menjalankan bisnis umroh aman dan nyaman. (Rio Sunera / tripriau.com)

PEKANBARU, TRIPRIAU.com – Pelayanan minim yang didapatkan Amru Taufan Alamsyah (46) saat menjalankan ibadah umroh dilihatnya sebagai peluang untuk ikut terjun di bisnis jasa tersebut. Tahun 2013 dia mendirikan usahanya. Komitmennya satu, mengutamakan kualitas agar setiap jamaah yang diberangkatkannya bisa beribadah dengan aman, tenang, dan nyaman.

Latar belakang sebagai orang perhotelan membuat Taufan sangat sensitif terhadap hal yang berhubungan dengan kenyamanan seseorang. Apalagi dalam menjalani ritual ibadah seperti umroh.

‘’Pengalaman umroh yang pertama saya rasakan minim sekali pelayanan dan penanganan dari travel agent. Mulai dari jarak hotel ke mesjid, tour leader, dan sebagainya. Kita gak begitu puas. Ini kita lihat sebagai peluang. Begini banyaknya peluang orang yang berangkat umroh bisa kita berikan pelayanan yang baik. Karena kita merasakan yang tidak baik,’’ kata pria asal Binjai, Sumatera Utara ini.

Taufan bergerak merealisasikan bisnisnya. Mencari berbagai informasi penting soal hotel, katering, travel, penerbangan dan sebagainya. Tiga tahun silam lahirlah perusahaan dengan nama usaha PT Krakatau Citra Indonesia, bergerak di bidang tour dan travel, salah satunya perjalanan umroh.

Pria yang bergerak di multi bisnis ini selalu menjalankan bisnisnya dengan taat regulasi. Kualitas pelayanan menjadi prioritasnya dalam mengelola bisnis ini. Sehingga, bisnisnya jarang menemui masalah, seperti jemaah yang gagal berangkat dengan berbagai alasan. Sampai ijin resmi usahanya dari Kementerian Agama di Jakarta keluar per 2016 awal kemarin.

‘’Awalnya saya konsorsium dengan travel agent di Jakarta. Dengan adanya ijin tersebut, saya makin leluasa karena sudah dilegalisasi oleh pemerintah,’’ paparnya.

Amru Taufan Alamsyah, menjadi multi bisnis. (Rio Sunera / tripriau.com)

Di ruang kerjanya yang nyaman di Jalan Garuda, Labuh Baru Taufan bercerita, bahwa tantangan menjalankan bisnis umroh cukup besar. Salah satunya, persoalan regulasi yang belum dipahami dan ditaati secara baik oleh para pelaku bisnis ini.

Akibatnya, muncul persaingan tidak sehat. Banyak travel agent yang mematok tarif murah sehingga mengabaikan bagian penting dari bisnis jasa, yakni pelayanan dan kenyamanan konsumen.  

‘’Kita yakin dan istiqamah, sebab banyak persaingan-persaingan yang tidak sehat. Ada orang jual harga murah yang dibawah logika. Tetap berangkat mereka itu memang. Tapi, itu awal dari kesengsaraan berikutnya nanti. Kok, mau berangkat dengan harga tidak logis begitu. Karena saya tau juga hitung-hitungan,’’ katanya.

Menurut Taufan, yang dirugikan dari persoalan ini adalah masyarakat sendiri sebagai pengguna jasa. ‘’Sebab, itu gak ditaati (regulasi). Pengawasan gak ada. Artinya, pemerintah membuat aturan itu untuk melindungi masyarakat supaya nyaman,’’ jelas Taufan yang juga menjalankan bisnis properti di Pekanbaru.

Dia menuturkan, minimal harga berangkat umroh Rp 25 juta. ‘’Itulah harga yang reasonable. Itu harga yang jadi acuan. Jadi, jemaah harus jeli sebenarnya,’’ tambahnya.

Taufan tak mau bermain-main soal pelayanan dan kenyamanan. Hal inilah yang sekarang menjadi diferensiasi bisnisnya. Meski mematok harga di atas rata-rata, namun setimpal dengan pelayanan yang diberikan.

‘’Saya jual harga umroh di atas rata-rata, tapi dengan kualitas yang bisa dipertanggung jawabkan. Terpulang ke masyarakat maunya apa. Sekali tapi puas. Tidak dongkol dalam ibadah. Pengalaman saya jemaah-jemaah yang saya berangkatkan banyak yang mengulang (repeat),’’ lanjutnya.

Pengalamannya selama 7 tahun dipercaya Kantor Kementerian Agama Riau memberangkatkan seluruh jemaah haji Riau ke embarkasi Batam, memudahkannya dalam merangkul pasar.

‘’Jadi, transportasi domestiknya diserahkan ke saya. Dari situ kita banyak berinteraksi dengan jemaah haji dari kabupaten/kota. Bagaimana kalau berangkat umroh. Kita lihat disitu ada peluangnya, kan. Jadi, jemaah kita banyak dari keluarga-keluarga jemaah haji itu juga,’’ jelas pria yang juga bergerak di bidang jasa maintainance tower telekomunikasi tersebut.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -