Lontong Malam, Tren Kuliner Baru Di Pekanbaru

By Trip Riau  |  12 Oktober 2016 17:55:59 WIB  |  Culinary

Lontong malam ''dadakan'' di Jalan Setia Budi, Pekanbaru. (Natalina Pakpahan / tripriau.com)

PEKANBARU, TRIPRIAU.com - Kuliner khas Indonesia yang satu ini cukup familiar bagi sebagian besar masyarakat di daerah manapun. Meski beberapa daerah ada yang memiliki lontong khas seperti lontong kupang dari Surabaya, lontong medan, lontong pecal, lontong sayur padang dan lontong jenis lainnya.

Namun pada umumnya, lontong merupakan makanan yang terbuat dari beras yang dikukus, hingga berbentuk sebuah padatan kemudian disajikan dengan kuah gulai serta tambahan mie kuning serta beberapa jenis sayuran.

Pada umumnya di masyarakat kita, lontong biasa disantap saat sarapan atau sebelum makan siang. Karena kandungannya yang tidak terlalu berat dirasa cocok mengganjal perut sebelum makan nasi. Namun, sekarang ada tren kuliner baru yang sedang merebak di Pekanbaru, yaitu lontong malam.

Seperti kedai lontong malam ‘’dadakan’’ yang ada di samping Bank Mestika Jalan Setia Budi, Pekanbaru ini.

Dila, pemilik yang mengaku sudah berjualan selama 2 bulan ini mengaku mendapat animo yang cukup tinggi dari masyarakat. “Sebenarnya ngikut musim aja jualannya, sekarang lagi banyak jualan lontong malam, ya, kita mencoba peruntungan aja,” ungkap Dila kepada tripriau.com.

Lontong malam ''Dadakan''. (Natalina Pakpahan / tripriau.com)

Dila menambahkan lontong malam ini diminati orang karena menjadi alternatif pengganti nasi di malam hari. “Kadang orang malas makan nasi malam hari, jadi mereka mencari lontong sebagai alternatif. Apalagi ibu-ibu kadang malas masak untuk malam, kan, jadi mereka beli lontong,” tambah Dila.

Selain itu, yang paling banyak membeli lontongnya biasanya mereka yang kerja sampai malam atau sift malam. “Misalnya jam 11 malam lapar, kan, gak enak lagi kalau makan nasi, jadi mending makan lontong aja selain kenyang juga terjangkaulah harganya,” ungkap salah satu pembeli lontong Dila.

Kedai lontong malam ‘’dadakan’’ ini setiap harinya baru buka selepas magrib sampai tengah malam. Dengan harga Rp 7.000 per porsi, kedai ini ramai dikunjungi pembeli setiap malamnya.

Lontong di sini disajikan dengan gulai nangka dan gulai pakis sebagai kuahnya. Untuk menambah sensasinya tidak lupa Dila menyediakan sala lauak, keripik dan beberapa jenis gorengan lainnya sebagai pelengkap.

 

Penulis : Natalina Pakpahan

Editor: Rio Sunera



Tags:  -