Martabak Buk Eri, Setia Pada Rasa

By Trip Riau  |  13 Desember 2016 10:06:58 WIB  |  Culinary

martabak bu eri

TRIPRIAU.com - Martabak Buk Eri, martabak yang hingga kini masih mempertahankan rasa original meski banyak aneka macam martabak yang telah banyak mengalami perubahan bentuk dan rasa. Enam tahun berjualan martabak tidak membuat Buk Eri berpaling menjual martabak dengan bentuk dan rasa yang lebih modern. Menurutnya, meski banyak varian martabak, tetapi martabaknya tetap menjadi idola penggemarnya.

Meski masih dengan rasa tradisional, Buk Eri tidak merasa tersaingin dengan penjual martabak modern lainnya. Meski banyak aneka martabak dengan berbagai rasa, tidak mengubah minat pelanggannya terhadap martabak yang dijualnya.

Dalam sehari berjualan, Buk Eri menghabiskan 25 kilogram tepung dengan enam Loyang. Tidak ada resep spesial dalam martabaknya, hanya sepeti martabak biasanya. Terdapat empat isi varian rasa martabak Buk Eri, isian kacang, ketan hitam, messes, dan durian. Harganya pun cukup terjangkau, dengan sepuluh ribu rupiah pembeli bisa mendapatkan tiga buah martabak.

Soal rasa, meskipun harganya murah namun tidak mengubah cita rasa dari martabak tersebut. Bentuk dan ukurannya pun sesuai dengan harga yang dipatok, tidak terlalu besar seperti martabak biasanya.  

Ibu berusia 48 tahun ini, berjualan setiap hari Selasa, Kamis, dan Minggu, dipasar pagi Jalan HR Soebrantas, persis depan SPBU Simpang Panam. Martabaknya akan sangat ramai pembeli pada hari Selasa, karena merupakan hari pasar.

Selain dipasar Selasa, ibu dua orang anak ini juga berjualan di pasar kaget lainnya seperti di Pasar Trans dan Pasar Penghidupan di kawasan Teratak Buluh. Dalam sehari penghasilan yang didapat Buk Eri dari berjualan martabak berkisar tujuh ratus ribu hingga delapan ratus ribu rupiah.

Namun, keuntungannya lebih banyak ketika  berjualan di Pasar Trans karena pembeli dipasar tersebut bisa membeli hingga seratus keping martabaknya.

“Alasan saya masih bertahan jualan martabak ini karena saya sudah punya banyak pelanggan.Dari dulu pelanggan saya nggak berubah, walaupun mereka sudah coba martabak yang banyak dijual diluar akhirnya tetap milih martabak saya dan martabak kayak gini juga udah jarang dijual,” ujar Buk Eri sambil menuangkan adonan martabak kedalam Loyang.

Meski produksi martabaknya tak sebanyak dulu yang bisa menghabiskan 50 kilogram tepung dalam sekali berjualan, Buk Eri tetap setia dengan martabaknya.

 

Penulis: Resti Wahida

Editor: Rio Sunera



Tags:  -