Festival Equator

Gubernur Ingin Pindahkan Lokomotif Eks Jepang untuk Pengembangan Pariwisata

By Trip Riau  |  19 Desember 2016 12:00:15 WIB  |  News

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berfoto di lokomotif eks Jepang di Lipat Kain. (Riauterkini.com)

TRIPRIAU.com – Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berencana memindahkan lokomotif eks Jepang yang ada di Lipat Kain, Kampar. Jejak sejarah ini rencananya akan direvitalisasi menjadi satu kawasan dengan Tugu Equator. Sehingga, mampu mendukung pengembangan pariwisata di Provinsi Riau.

Hal ini dilakukan untuk mempercepat pengembangan pariwisata di Kabupaten Kampar, khususnya Lipat Kain. Ke depan destinasi ini bisa menjadi kawasan terpadu untuk pengembangan pariwisata.

Dilansir dari Riauterkini.com, rencana ini sudah disampaikan kepada  Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral yang juga mantan Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Ignatius Jonan.  

Jonan bahkan terkejut di Lipat Kain Kampar, juga ada sisa peninggalan Gerbong Kereta Api di zaman penjajahan. selaanjutnya, Jonan meminta agar pemprov segera mengirimkan surat ke PT Kereta Api dan berjanji akan membantu membicarakan, agar rencana itu bisa terealisasi. 

"Tadi saya bilang sama pak menteri ESDM, beliaukan mantan Dirut PT Kereta Api bahwa akan menghadiri acara Festival Equator. Diantaranya mempromosikan dan akan memindahkan bekas gerbong kereta api. Jadi beliau terkejut, itu lokomotif yang mana katanya. Beliau bilang, tulis surat kerta api, nanti biar mereka yang merapikan lagi (gerbong)," kata Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman, Ahad (18/12/16).

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman makan bersama di Balai Adat Lipat Kain. (Disparekraf Riau)

Peninggalan gerbong kereta api ini menjadi bukti, bahwa di Riau tepatnya di Lipat Kain dulu pernah ada kereta api yang menghubungkan Riau dengan Sumbar. Meski begitu, Andi juga menyatakan sejarah kereta api ada pernah di Riau yang dibuktikan adanya gerbong di Lipat Kain termasuk gerbong di Pekanbaru tersebut akan bisa diwujudkan seiring program pemerintah pusat yang ingin membangun kereta api trans Sumatera di Riau.

Andi Rachman berharap, impian yang sedang dalam proses ganti rugi lahan tersebut bisa diwujudkan sesegera mungkin. Sebab jika hal itu terwujud, secara ekonomi sangat mungkin berdampak pada roda perekonomian.

"Secara ekonomi ini penting. Mudah-mudahan ini bisa dilanjutkan pusat," harap Andi.

Selain membicarakan bekas gerbong kereta api, Andi Rachman juga berharap tujuh destinasi wisata yang ada Lipat Kain seperti, Alam Bendungan (waduk besar) terletak di di Sungai Paku, Desa Pesawahan terletak di Sungai Geringging, Takau Godang di Kota Tuo, Gerbong Kereta Api di seberang sungai Pulau Tonga, Air Terjun Koboko yang terletak di Bukit Balam, Tugu Equator (tugu katulistiwa), Balai Kerapatan Adat Lipat Kain serta Mesjid Raya Al Mizan ke depan akan semakin berkembang dan bisa menjadi destinasi andalan, baik di Riau mau pun terlebih khusus Lipan Kain sendiri.

Orang nomor satu Riau ini juga berkesempatan melihat langsung Tugu Equator, Takau Godang dan Gerbong Kereta Api setelah mengikuti parade kendaraan hias di Lipat Kain.

Pada kesempatan ini, Andi Rachman yang juga mantan anggota DPR RI ini diberi gelar Datok Paduko di Rajo Kanagarian Lipat Kain oleh tokoh adat setempat.

Pemberian gelar ini disaksikan Penjabat (Pj) Bupati Kampar Syahrial Abdi, Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau Fahmizal Usman, Kadisperindag Riau Firdaus serta berbagai undangan lainnya. (Rtc)

Editor: Rio Sunera 



Tags:  -