Inilah Kampung Patin, 1 Rumah Minimal Punya 1 Kolam Patin

By Trip Riau  |  22 Desember 2016 11:27:17 WIB  |  News

Proses menyalai ikan di Kampung Patin. (Dok.tripriau.com)

TRIPRIAU.com – Desa Koto Mesjid, yang berada di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau dulunya sempat berada di ambang kemiskinan. Namun, berkat budidaya Patin, kemiskinan itu berubah jadi cerita sukses.

Plang besar bertuliskan ‘’Kampung Patin’’, dipinggir Jalan Riau - Sumbar, menyambut kita sebelum sampai di kampung ini.

Kampung Patin dikelilingi perbukitan. Tak heran, desa yang memiliki 500 Kepala Keluarga ini memiliki lanskap yang cantik. Mayoritas penduduk di sini bersuku Melayu, sebagaimana halnya sebagian besar suku di Kampar.

Kampung ini sangat unik. Mendapat julukan Kampung Patin karena keberhasilannya warganya membudidayakan ikan Patin. Setiap rumah di sini punya kolam ikan. Istilahnya, 1 rumah minimal 1 kolam patin. Sehingga Desa Koto Mesjid ini mempunyai motto ‘’Tiada Rumah Tanpa kolam’’.

Warga Desa Koto Mesjid awalnya merupakan warga relokasi dari kawasan yang sekarang menjadi PLTA Koto Panjang. Pada tahun 1992, 5 desa di kawasan ini ditenggelamkan untuk membangun waduk PLTA.

Akhirnya, masyarakat pindah menuju desanya yang sekarang. Tahun 1995-1998 desa ini berada diambang kemiskinan. Penyebabnya, uang ganti rugi yang didapat masyarakat untuk pindah ke desa yang baru hampir habis. Sementara kebun karet yang didapat sebagai bagian ganti rugi belum menghasilkan.

Saat itulah muncul naluri untuk berbudidaya ikan. Sebabnya, di desa yang lama penduduk juga sangat terbiasa dengan ikan. Namun, itu ikan tangkapan karena mereka tinggal di pinggir Sungai Kampar yang ikannya masih sangat banyak ketika itu.

Potensi perikanan di Koto Mesjid memang memberikan dampak yang luar biasa bagi kemajuan desa ini. Total luas kolam patin di Koto Mesjid saat ini telah mencapai 62 hektar. Jumlah ini akan terus bertambah karena tiap hari ada saja penambahan kolam baru.

Hasil produksinya pun tak tanggung-tanggung. Enam ton perhari bisa dihasilkan oleh desa ini. Putaran uangnya jangan ditanya. Bila dihitung dari hasil panen saja, putaran uang di Kampung Patin ini mencapai Rp 90 juta perhari.

Potensi besar di bidang perikanan ini, membuat masyarakat Desa Koto Mesjid mampu bebas dari ancaman pengangguran. Seluruh masyarakat di sini berhasil diserap oleh budidaya perikanan. Hal ini jelas memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi Kampung Patin.

Tak hanya berhasil dengan ikan segar, masyarakat di desa ini kini juga telah mampu memproduksi berbagai olahan dari ikan Patin. Sebut saja Ikan Asap atau Salai, Nugget Ikan, Bakso Ikan dan Abon Ikan.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -