Mengulik Sejarah Batik Riau di Indonesia

By Trip Riau  |  28 Desember 2016 11:15:05 WIB  |  News

Salah satu motif batik Riau. (Dok.tripriau.com)

 

TRIPRIAU.com - Batik Riau dikenal sebagai salah satu jenis batik yang ada di Indonesia. Dengan warna yang mencolok dan motif yang unik, banyak sekali kolektor batik yang tertarik untuk mengoleksinya. Tetapi, bagaimana sejarah dari Batik Riau itu sendiri?

Menurut sejarah, Batik Riau sudah  dikenal sejak zaman melayu kuno, yakni Kerajaan Daik Lingga pada tahun 1824-1911 Masehi di Kepulauan Riau. Pada zaman ini, motif batik tidak dilukis melainkan di cap. Penggunaan teknik cap dimaksudkan untuk mendapatkan kualitas motif yang baik karena cap akan ditekan sehingga menghasilkan gambar motif yang jelas.

Capnya sendiri terbuat dari perunggu dan dibentuk sesuai motif yang diinginkan. Untuk warna, batik di zaman ini biasanya menggunakan warna kuning dan perak sedangkan untuk masalah bahan biasanya menggunakan kain sutra atau jenis kain lembut lainnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, penggunaan bahan perunggu mulai digantikan dengan kayu lunak atau biasa dikenal dengan kerajinan Telepuk. Telepuk sendiri  berarti motif bunga perada pada sebuah kain.

Sejalan dengan berakhirnya pemerintahan raja-raja saat itu, berakhir pula masa kejayaan batik cap ini.

Sekitar tahun 1985, pemerintah Riau mulai membangkitkan kembaliBatik Riau dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat. Namun, batik yang dikembangkan bukan batik cap, melainkan batik yang menggunakan teknik canting.Tetapi, motif yang dikembangkan adalah motif asli Riau yang diambil dari motif tenun melayu riau.

Pada tahun1990-an, muncul salah satu jenis Batik Riau yang cukup terkenal, yakni Batik Selerang. Akan tetapi, keberadaan batik ini seakan-akan menghilang karena lesunya perekonomian saat itu, khususnya pangsa pasar batik.

Kebangkitan Batik Riau dimulai saat pemerintahan SBY mulai menggencarkan promosi batik ke mata Internasional dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengenakan batik dalam kegiatan sehari-hari, termasuk bekerja.

Karena melihat begitu banyaknya masyarakat Indonesia yang mengenakan batik dan besarnya pangsa pasar ini, membuat banyak desainer fashion berinovasi menciptakan motif-motif baru tetapi tetap menghadirkan ciri khas Riau itu sendiri. Salah satu yang cukup terkenal saat ini adalah Batik Tabir.

Batik Tabir sendiri banyak mengkombinasikan motif tumbuhan sebagai dasar dari motifnya seperti bunga atau kembang.

Saat ini, ada sekitar 39 motif  Batik Riau sudah didaftarkan di Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Jadi para pengerajin mempunyai bukti dan hak akan sebuah karya ciptanya dan tentu saja dilindungi hukum.

Sekarang sudah banyak toko pakaian atau oleh-oleh menjual Batik Riau. Bahkan, batik yang biasanya dibuat pakaian kini disulap menjadi produk-produk menarik, seperti tas, topi bahkan sepatu.

Penulis: Roby Juliasmara

Editor: Rio Sunera

 



Tags:  -