Sate Taichan, ‘Si Putih’ yang Menggoyang Lidah

By Trip Riau  |  29 Desember 2016 09:47:46 WIB  |  Culinary

Bagi anda pecinta makan pedas, Sate Taichan patut menjadi referensi kuliner Anda. (Instagram Taichanpekanbaru)

TRIPRIAU.com - Siapa yang tidak mengenal sate? Salah satu kuliner khas Indonesia ini biasanya terbuat dari potongan daging lalu ditusuk dan disajikan dengan kuah kacang atau kuah kuning. Namun, kini banyak lahir inovasi-inovasi unik di dunia kuliner yang membuat sate menjadi hidangan yang out of the box, salah satunya Sate Taichan.

Mungkin  banyak dari kita yang tidak terlalu familiar dengan makanan satu ini atau bahkan tidak tahu sama sekali. Sebenarnya, Sate Taichan merupakan salah satu panganan yang cukup populer bahkan menjadi fenomena dibeberapa kota besar, seperti Jakarta, Semarang, hingga Medan.

Hal ini mengundang salah satu pecinta Sate Taichan di Pekanbaru untuk membuka usahanya di Kota Bertuah.

Aini, selaku owner Sate Taichan Ndoro mengungkapkan, ‘’Awalnya karena saya suka satenya, dan udah hits banget di beberapa kota besar, tapi kok di Pekanbaru belum ada, ya? Ya, udah saya aja yang masukin ke Pekanbaru,” ungkapnya.

Aini menjelaskan sebenarnya Sate Taichan tidak jauh berbeda dengan sate pada umumnya. Hanya kuah dan teknik pembuatanya yang berbeda. Sate yang biasa berwarna coklat dan diberi kuah kacang atau kuning kini tampak berbeda. Sate ini berwarna putih mengkilat dan diberi sambal yang super pedas.

Warna putih pada Sate Taichan terjadi pada saat pengolahan daging dengan bumbu. Aini enggan untuk memaparkan lebih lanjut. Sebab, menjadi rahasia perusahaan.Suasana di kios Sate Taichan yang rame pembeli. (Robi Juliasmara)

Untuk harganya, Sate Taichan berisi 10 tusuk dijual Rp 15 ribu. Namun, ada yang unik pada teknik penjualan sate ini, konsumen bisa menambah berapapun jumlah sate yang mereka inginkan. Bisa 3 tusuk, 6 tusuk, atau berapapun. Hanya menambah Rp 1.500 per tusuk.

Sebenarnya Sate Taichan sendiri lebih dikenal dengan cemilan ketimbang makanan. Hal ini dikarenakan biasanya sate ini tidak ditambah dengan lontong atau ketupat. Hanya sate saja. Tetapi untuk mengikuti selera masyarakat di Pekanbaru, mereka juga menyediakan lontong sebagai pelengkap.

Biasanya, sate ini buka mulai dari jam 17.00-22.00 WIB, tetapi ada baiknya Anda datang lebih cepat karena banyak konsumen yang sudah mengantre sebelum jam tersebut. Bahkan, pernah kios ini terpaksa tutup lebih awal karena stok Sate Taichan habis terjual.

Maka tak heran, jika Aini mengaku ia dapat menjual lebih dari 1000 tusuk sate per harinya.

‘’Harapan saya, semoga Sate Taichan ke depannya lebih banyak lagi dan semoga kualitas dan cita rasa sate kami tetap terjaga,” harapnya.

Bagi anda pecinta makan pedas, Sate Taichan patut menjadi referensi kuliner Anda. Anda dapat langsung kunjungi outletnya di Jalan Letjen S Parman nomor 15 A. Kunjungi juga instagramnya di @taichanpekanbaru.

Penulis: Roby Juliasmara

Editor: Rio Sunera



Tags:  -