Dibalik Menjamurnya Penjual Pokat Kocok di Pekanbaru

By Trip Riau  |  04 Januari 2017 11:43:49 WIB  |  Culinary

Pokat kocok, kuliner ‘kekinian’ yang mengombinasikan buah alpukat, santan, air gula, lengkap aneka topping. (www.ceritamedan.com)

TRIPRIAU.com - Pecinta buah alpukat kini sedang dimanjakan dengan menjamurnya penjual pokat kocok. Bisnis pokat kocok mendadak menjamur di Pekanbaru. Bisnis yang terkesan ‘dadakan’ ini ternyata menyimpan potensi yang cukup besar.  

Pokat kocok ini merupakan kuliner ‘kekinian’ yang mengombinasikan buah alpukat, santan, air gula, lengkap aneka topping.

Belakangan, deretan penjual minuman menyegarkan ini hampir dapat kita temui di sepanjang Jalan HR Subrantas, Panam. Beragamnya penjual pokat kocok mulai dari yang menggunakan meja hingga gerobak, seakan-akan menegaskan betapa eksisnya minuman satu ini.

Salah satu pedagang pokat kocok yang berada di depan pusat perbelanjaan Giant, Ira menyampaikan, banyaknya orang yang membuka bisnis ini tidak semata dipicu tingginya permintaan. Namun, juga disebabkan begitu mudahnya untuk membuka usaha ini. Mulai dari modal yang rendah hingga bahan-bahan yang mudah didapat.

‘’Untuk modal saya dulu, cukup Rp 1,6 juta aja. Itu sudah termasuk bahan baku hingga lapak berjualan,” ungkapnya.

Sementara, bahan baku berupa buah alpukat didapatnya langsung dari pemilik kebun, sehingga bisa didapat dengan harga lebih murah.

Ira mengaku, selain modal yang rendah, usaha ini ternyata menyimpan prospek yang luar biasa. Dalam sehari saja, ia dapat mengantongi omset Rp 400-600 ribu.

Bahkan, karena begitu terbukanya peluang di bisnis ini, membuat penjual pokat kocok berani membuka beberapa cabang. Salah satunya adalah outlet pokat kocok ST Mawardi Group.

Dedi, selaku penjual pokat kocok ST Mawardi Group yang berada di depan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Panam mengatakan, bahwa peminat minuman ini khususnya di daerah Panam sangat tinggi.

Ini disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari lokasi yang strategis yakni di pinggir Jalan HR Subrantas, cuaca yang mendukung, hingga banyaknya pekerja dan mahasiswa yang berada di area ini. Sehingga pasarnya begitu terbuka.

‘’Daerah Panam kalau siang hari panas, jadi biasanya banyak pekerja atau mahasiswa yang datang beli es kami. Lagian lokasi kami juga di Jalan Subrantas, jadi mudah diliat,” jelasnya.

Dedi menambahkan, dari 6 cabang mereka, ada 5 outlet yang khusus berada di area Panam. Mulai dari depan Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim sampai depan Rumah Sakit Aulia. Sedangkan, satu cabang lagi berada di daerah Rumbai.

Tak tanggung-tangung, omset dari satu outlet mereka bisa berkisar Rp 600 ribu-1 juta per hari.

Karena keberhasilan 2 outlet pokat kocok tadi, membuat beberapa orang seakan-akan “latah” ingin menjual pokat kocok. Namun Dedi mengingatkan, pembeli sekarang sudah cerdas, mereka sudah bisa mengetahui mana penjual asli dan mana penjual dadakan.

Penulis: Roby Juliasmara

Editor: Rio Sunera



Tags:  -