Berburu Nenas di Batas Kota

By Trip Riau  |  04 Januari 2017 15:14:13 WIB  |  News

Tumpukan Nenas yang dijual. (Internet)

TRIPRIAU.com - Jika melintasiJalan Raya Pekanbaru – Bangkinang, persisnya di kawasan Rimbo Panjang, terlihat banyak deretan penjual buah nenas segar. Di batas kota Pekanbaru ini, mereka memanfaatkan pondok-pondok kecil dari kayu untuk menggelar dagangannya.

Nenas yang dijual oleh pedagang di sini berasal dari sebuah desa di Kecamatan Tambang, Kampar, yakni Desa Kualu Nenas.

Mereka menjual dengan harga beragam, mulai dariRp 6 ribu sampai Rp 10 ribu, tergantung dari ukurannya.Biasa dijual per ikat dan juga bisa per buah.

Dengan hanya bermodalkan kayu yang dibentuk seperti ranjangyang dibentuk bertingkat-tingkat, pedagang nenas ini berjejer rapi di sisi jalan. Beberapa penjual mempunyai gerai sendiri. Biasanya yang dijual tak hanya nenas segar, tapi juga beberapa camilan olahan dari nenas dan beragam buah lainnya.

Pembeli buah-buah nenas segar ini kebanyakan mengandalkan pengguna jalan yang melintas di sana. Baik dari luar kota maupun dalam kota. Kerap pula dijumpai para pengguna mobil dan motor mampir untuk mencicipi langsung ditempat atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Pilihan tempat bagi pembeli yang ingin berburu nenas juga banyak. Sebab, penjual nenas ini berjejer mulai dari Km 15 Rimbo Panjang sampai Km 26,5 menuju Bangkinang.

 "Nenas ini adanya tiap hari, tidak tergantung musim," kata Upik (39), penjual nenas di KM 16,5.

Upik melanjutkan, untuk langganan tetap tidak ada. ‘’Tapi kalau musim liburan selalu ramai yang singgah," ujarnya.

Selain buah nenas segar, nenas ini juga biasanya dibuat menjadi olahan berbagai cemilan, seperti keripik nenas dan dodol. “Nenas ini juga bisa dijadikan olahan. Di Kualu ada pembuat kerajinan olahannya, dijadikan keripik dan dodol,” jelas Upik

Karena penjual berada di jalan lintas, nenas dan keripik bisa dijadikan buah tangan bagi pengunjung dari luar kota yang lewat untuk pulang. Atau bagi para pejalan yang lewat, singgah sebentar untuk mencicipinya sekalian beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Penulis: Ismarwan

Editor: Rio Sunera



Tags:  -