Food Story

Pondok Patin HM Yunus, Bak Rumah Kedua Bagi Pecinta Asam Pedas Patin

By Trip Riau  |  09 Januari 2017 15:10:57 WIB  |  Culinary

Tidak hanya Asam Pedas Patin, di Pondok Patin HM Yunus juga bisa menikmati berbagai makanan khas Melayu lainnya. (Muhammad Ridho)

TRIPRIAU.com – Banyak orang bilang, ‘belum ke Pekanbaru kalau belum singgah ke Pondok Patin HM Yunus’. Menyesap nikmatnya hidangan asam pedas patin seakan jadi ritual wajib kala bertandang ke Pekanbaru. Tempatnya tentu: Pondok Patin HM Yunus.

Pondok Patin HM Yunus merupakan salah satu rumah makan khas Riau  legendaris di Pekanbaru. Bagi sebagian pelanggan yang datang dari luar provinsi, Pondok Patin HM Yunus bak rumah kedua mereka. Tempat yang wajib mereka datangi saat berada di Pekanbaru.

Berdasarkan cerita Rizki, anak bungsu dari HM Yunus, sang perintis rumah makan ini, Pondok Patin berawal dari sebuah kedai nasi kecil bernama Tuok Ompek (Datuk Empat) di Air Tiris, Kampar.

Kedai nasi Tuok Ompek dibuka oleh ayah dari HM Yunus. Kedai ini cukup tenar di kawasan Air Tiris kala itu. Menu andalannya, tentu saja yang berbahan baku ikan sungai, salah satunya patin.Pondok Patin HM Yunus yang berlokasi di kawasan Simpang 3, Jalan Kaharuddin Nasution nomor 1, Pekanbaru. (Muhammad Ridho) 

Tahun 1980-an, HM Yunus membawa usaha rumah makan ini ke Pekanbaru. Dia membuka kedai kecil-kecilan bermodalkan sebuah meja makan saja. Kedainya sempat berpindah-pindah, mulai dari Jalan Nangka, Jalan Riau, hingga kawasan sekitar Bandar Seni Raja Ali Haji.

Bahkan, sebelum bernama Pondok Patin HM Yunus seperti sekarang, rumah makan ini dulunya sempat bernama rumah makan ‘Usaha Baru’.

‘’Jadi, perjuangan orang tua saya merintis rumah makan ini cukup berliku. Sebelum akhirnya dapat lokasi di daerah sini (Simpang Tiga, Marpoyan), dan mulai dikenal banyak orang,’’ ujar Rizki, putra ketiga HM Yunus yang kini dipercaya mengelola rumah makan ini.

Dengan cita rasa hidangan lokal yang otentik, Pondok Patin HM Yunus mampu melekatkan dirinya sebagai tempat makan yang ikonik di Riau. Tak terhitung publik figur hingga pejabat negara pernah mencicipi hidangan di sini.Beberapa pendopo yang disediakan Pondok Patin HM Yunus untuk kenyamanan para pelanggan. (Muhammad Ridho)

Bahkan, mantan presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan ke Riau beberapa tahun lalu, pernah makan di sini. Presiden Jokowi pernah disuguhkan salah satu item makanan dari Pondok Patin HM Yunus.

‘’Waktu SBY makan di sini, makanan yang kita suguhkan harus melewati tes dari tim dokter kepresidenan terlebih dahulu. Ternyata, makanan kita lolos tes,’’ cerita Rizki kepada tripriau.com.

Bagi orang yang datang ke Pekanbaru, baik untuk urusan bisnis maupun sekedar melancong, Pondok Patin HM selalu jadi pilihan. Bahkan Rizki menceritakan, ada anak pengusaha ternama asal Jakarta yang menyebut pondok patin seperti rumah keduanya.

‘’Dia bilang pondok patin rumah keduanya. Dan dia selalu ke sini kalau ke Pekanbaru,’’ cerita Rizky.

Di Pondok Patin HM Yunus, selain menu-menu lezat, pelanggan juga disuguhkan dengan nuansa melayu yang kental. Nuansanya direpresentasikan melalui arsitektur yang serba kayu. Tempatnya juga luas dan lapang. Sehingga cocok untuk untuk keluarga maupun rombongan. Ruangan VIP, ruangan dalam, hingga pendopo yang ada di pondok patin bisa menampung hingga 300 orang.

Asam Pedas Patin nan MenggodaAsam Pedas Patin menu unggulan dari Pondok Patin HM Yunus. (Muhammad Ridho)

Saat berkunjung ke Pondok Patin HM Yunus yang berlokasi di kawasan Simpang 3, Jalan Kaharuddin Nasution nomor 1, Pekanbaru, kami disuguhkan beragam hidangan nan menggoda. Menu favoritnya tentu saja asam pedas patin.

Menu asam pedas yang dihidangkan terlihat menarik dengan warna yang segar. Tak hanya asam pedas patin, di atas meja juga tersaji menu lain, seperti gulai telur ikan, tumis tauge, tumis bayam, teri tempe balado, ikan salai gulai, goreng ikan pantau, tumis pakis, dendeng, salai goreng, terung, udang gulai, serta pilado salai.

Suapan pertama asam pedas mulai menyentuh lidah dan memenuhi rongga mulut. Kekhasan ikan sungainya begitu terasa. Tekstur dagingnya lembut. Demikian juga rasa asam dan pedasnya yang terasa seimbang saat dikecap oleh lidah.

Selain disantap dengan nasi putih agar terasa mengenyangkan diperut, asam pedas patin cukup menggoda kala ditemani dengan Pilado Salai.

Pilado Salai ini merupakan kuliner khas Kampar, yakni berupa ikan salai bakar yang ditumbuk bersama sambal matah. Lantas disajikan dengan irisan jeruk nipis. Rasanya begitu menggigit di lidah.

Penulis: Rio Sunera  

 

 

 

 

 

  

 



Tags:  -