Mau Melancong ke Riau? Datanglah di 4 Waktu Terbaik Ini

By Trip Riau  |  09 Februari 2017 11:51:53 WIB  |  Wisata Riau

Senapelan kawasan kota tua yang menjadi saksi lahirnya Kota Pekanbaru. (Dok tripriau.com)

TRIPRIAU.com – Riau memiliki banyak daya tarik wisata. Provinsi yang semula hanya dikenal sebagai penghasil minyak bumi dan kelapa sawit, nyatanya punya banyak suguhan alam dan budaya yang menarik.

Belakangan, sektor pariwisata Riau mulai bergairah. Pemerintah daerah hingga para pelaku wisata mulai berbenah dan bergerak. Konten-konten wisata mulai dipromosikan di tingkat nasional hingga mancanegara.

Provinsi Riau dengan slogan ‘The Homeland of Melayu’ atau tanah tumpah darah melayu, sebenarnya bisa didatangi kapan saja. Sepanjang tahun. Banyak penerbangan langsung untuk mencapai Bandara International Sultan Syarif Kasim II yang berada di kota Pekanbaru.

Namun, ada waktu-waktu terbaik untuk mengunjungi provinsi yang berbatasan dengan Negara Malaysia ini. Yakni, saat dilangsungkannya event-event wisata terbesar di Riau.

Saat event-event ini dilangsungkan, Riau akan gegap-gempita dan meriah. Ada beragam tradisi digelar. Pada momen-momen ini, para pelancong bisa menikmati keseruan sambil mengenal keunikan tradisi di berbagai daerah di Riau.

Nah, ini event-event wisata besar di Riau yang menjadi waktu-waktu terbaik untuk mendatangi Provinsi Riau:

1. Festival Perang Air (Selatpanjang, Kepulauan Meranti)

(Foto by: facebook DISPAREKRAF Riau)

Festival Perang Air jadi pembuka tahun yang meriah. Festival ini digelar untuk memeriahkan Imlek di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Festival Perang Air atau Cian Cui baru saja digelar pada 28 Januari sampai 2 Februari 2017 lalu.

Para pelancong bisa ikut serta dalam kemeriahan festival perang air. Di jalanan kota Selatpanjang kemeriahan berlangsung sepekan lamanya. Persiapkan diri untuk basah-basahan di festival ini. Tak peduli siapa yang melintas, senapan-senapan mainan yang berisi air siap mengincar siapapun yang lewat.

Baca artikel lengkap: Mengenal Festival Perang Air di Selat Panjang

2. Festival Bakar Tongkang (Bagansiapiapi, Rokan Hilir)

Pada pertengahan tahun, tepatnya di bulan Juni, para pelancong bisa menikmati kemeriahan Festival Bakar Tongkang di kota Bagansiapiapi, Riau. Tiap tahun, festival yang digelar masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi ini selalu dinanti oleh ribuan pelancong.

Tiap tahun, kota yang berjarak lebih kurang 6 jam perjalanan darat dari Kota Pekanbaru – ibukota Provinsi Riau – selalu menjadi magnet ribuan wisatawan mancanegara untuk menyelami kemeriahan dan keunikan tradisi Bakar Tongkang.

Baca artikel lengkap: Melihat Kemeriahan Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi  

3. Festival Pacu Jalur Tradisional (Kuantan Singingi)

Datanglah ke Riau saat digelarnya Festival Pacu Jalur Tradisional di Tepian Narosa, Kota Teluk Kuantan, Kuantan Singingi. Festival Pacu Jalur digelar selama lebih kurang sebulan di berbagai kecamatan, sebelum mencapai puncaknya di Tepian Narosa.

Tahun ini, festival yang sudah berusia lebih dari 100 tahun ini akan digelar pada 24-27 Agustus 2017.

Menyaksikan Festival Pacu Jalur, tak ubahnya menyelami tradisi yang sangat mengakar bagi orang-orang Kuantan Singingi. Kemeriahan dan keseruan menyatu dalam kekuatan dan keunikan tradisi pacu jalur.

Baca artikel lengkap: Inilah Pacu Jalur, Lomba Perahu Terpanjang di Indonesia

4. Tour de Siak (Siak) 

(Foto by: JPNN)

Saat digelarnya event Tour de Siak juga jadi waktu terbaik untuk menyambangi Riau. Ajang sport tourism ini bisa didatangi pada 11-18 September 2017 nanti. Saat datang ke Siak, yang hanya berjarak 2 jam perjalanan dari Pekanbaru, pelancong juga bisa menikmati beragam pilihan wisata di Kabupaten Siak.

Sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Riau, Siak menawarkan banyak daya tarik untuk didatangi.

Baca artikel lengkap: Ayo ke Siak...Ada Event Internasional Tour de Siak

5. Gema Muharram (Tembilahan, Indragiri Hilir)   

(Foto by: www.detikriau.org)

Bagi wisatawan yang tertarik berwisata religi, event Gema Muharram di Kabupaten Indragiri Hilir jadi perjalanan mengasikkan. Event Gema Muharram ini sudah dua kali mendapatkan rekor Muri.

Alat musik tradisional yakni Bardah biasanya mewarnai event ini. Ribuan masyarakat melakukan istiqosah yang dilaksanakan selama 10 hari, yang dimulai dari 1 Muharram. Setiap malam digelar festival seni bernafaskan Islam yang ada di Inhil, seperti Festival Berjanji, Maulid Habsy, Rabbana, pembacaan shalawat, serta pembacaan syair ibarat kabar kiamat, dan sebagainya.

Setelah mengikuti event ini, pelancong bisa melanjutkan wisata religi dengan mengunjungi Makam Syekh Abdurrahman Siddiq atau yang dikenal dengan Tuan Guru Sapat yang berada di Parit Hidayat, Desa Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri.  

Makam Tuan Guru Sapat ini selalu ramai didatangi peziarah, baik lokal maupun domestik. Terutama saat digelarnya Haul bekas Mufti Kerajaan Indragiri yang pertama ini.

Baca artikel lengkap: Wisata Makam Tuan Guru Sapat, Ramai Didatangi Peziarah

Penulis: Rio Sunera

 

 

 

 



Tags:  -