Ide Sarapan Pagi di Pekanbaru, Cicipi Mie Sagu di Oemah Abah

By Trip Riau  |  13 Februari 2017 10:50:41 WIB  |  Culinary

Mie Sagu Special Oemah Abah. (Rio Sunera / tripriau.com)

TRIPRIAU.com – Kalau Jepang dikenal dengan mie ramen-nya. Maka, Riau punya mie sagu. Khususnya di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, tempat di mana pohon-pohon sagu banyak tumbuh.

Mie sagu memang sangat populer di daerah pesisir itu. Kedai-kedai dan para penjual mie sagu bertebaran di kota Selatpanjang, yang belakangan juga terkenal dengan Festival Perang Air-nya.

Ketenaran serta keotentikan rasanya membuat maskapai Garuda Indonesia juga sempat melirik mie sagu untuk dijadikan hidangan di dalam pesawat. Bila sempat mampir ke executive lounge Garuda Indonesia yang ada di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, mie sagu juga bisa ditemukan di sana.

Seperti kuliner pada umumnya, mie sagu juga melintasi batas-batas teritori. Dibanyak tempat, mie sagu sekarang bisa ditemukan. Termasuk di Pekanbaru, ibukota Provinsi yang jaraknya lebih kurang 4 jam perjalanan dari Selatpanjang.

Di Pekanbaru, sebuah kota di mana produk kuliner tumbuh begitu cepat, mie sagu dengan cita rasa lezat masih susah-susah gampang ditemukan. Tapi memulai hari dengan sepiring mie sagu saat berada di kota Pekanbaru bisa jadi ide dan pilihan terbaik.

Anda bisa datang ke sebuah tempat makan bernama Oemah Abah. Di Oemah Abah yang berkonsep cafe dan resto, hidangan berbahan sagu menjadi salah satu signature menu atau menu khas di sana.

Di resto yang berlokasi di Jalan Sultan Syarif Kasim itu, pengunjung bisa mencicipi beragam varian mie sagu, seperti mie sagu special abah, mie sagu saus daging, mie sagu goreng seafood, mie sagu goreng ayam, dan mie sagu malay.

Menjelang weekend saya mendatangi tempat makan dengan nuansa ‘jadul’ ini. Bila sedang berada di tengah kota, tak susah mencapai lokasi ini.

Ridwan, sang Operasional Manager Oemah Abah Cafe dan Resto menyuguhkan seporsi mie sagu special abah. Mie sagu yang dihagai Rp 18 ribu per porsi ini hadir dalam tampilan sedikit basah. ‘’Kalau mau minta yang kering juga bisa. Sesuai pesanan,’’ katanya.

Mie sagu spesial ini hadir lengkap dengan ayam goreng, telur mata sapi, irisan tomat dan mentimun, selada, serta kerupuk udang. Tak lupa acar sebagai penyegar dan penyeimbang rasa.

Belum lagi disantap, mie sagu ini sudah cukup menggugah selera. Dalam nuansa serba ‘jadul’ yang dihadirkan Oemah Abah, perlahan, mie masuk ke dalam mulut. Lidah langsung merasakan tekstur mie-nya yang kenyal. Rasanya sesuai, dengan kombinasi bumbu yang cukup simpel.

‘’Kita memang sedikit memodifikasi bumbunya agar sesuai rasanya dengan skala resto,’’ katanya.

Ukuran mie yang agak kecil dibanding mie sagu lainnya, ternyata juga berpengaruh pada rasa. ‘’Kita sengaja pilih yang agak kecil-kecil, karena cepat masak dan pengolahan lebih gampang,’’ jelas Ridwan.

Menurut Ridwan, proses masak mie sagu punya tingkat kerumitan sendiri. Itu disebabkan oleh karakter mie sagu yang mudah meresap.

‘’Caranya, dengan merebus tidak terlalu lama. Triknya di last minute. Pas bumbunya uda masuk langsung diangkat, karena dia meresap,’’ ujarnya.

Selain itu, perapian saat memasak mie sagu juga tidak boleh terlalu besar. ‘’Sebab, seni masak mie sagu ini pada timing-nya,’’ sebut Ridwan.

Pada awalnya, bahan baku mie sagu didatangkan langsung Oemah Abah dari Selatpanjang.

‘’Tapi susahnya, kalau kehabisan stok kita susah mendatangkan lagi. Akhirnya, saat ini kita ambil dengan penjual mie sagu yang ada di Pekanbaru saja. Memang agak sedikit beda dengan mie sagu Selatpanjang,’’ paparnya.

Kehadiran mie sagu di resto yang baru buka pada Oktober tahun lalu itu, tidak lepas dari keinginan menyuguhkan hidangan melayu kepada pengunjung.

‘’Jadi, walaupun yang kita sajikan masakan nasional, kita juga pilih menu yang kental melayunya, tapi gak ada di tempat lain. Kita pilih mie sagu. Kalau kayak asam pedas patin, kan uda banyak. Kita cari apa yang mereka gak bikin,’’ sambungnya kepada tripriau.com.

Di Oemah Abah, penyuka mie sagu bisa mencicipi hidangan ini kapan saja. Mulai pagi, siang, hingga malam. Sebab, Oemah Abah yang berada persis di depan Hotel Dafam itu buka selama 24 jam.

Penulis: Rio Sunera   

 

 

 



Tags:  -