Sagu Menyapa Dunia

Ketika Gubri Ganti Sarapan Pagi dengan Mie Sagu

By Trip Riau  |  12 Maret 2017 15:58:41 WIB  |  News

Salah satu kilang sagu yang ada di Kabupaten Meranti, Riau. (Abdul Ronny / tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Sagu diharapkan menjadi salah satu komoditi populer di Riau. Sehingga, makin banyak masyarakat pelan-pelan beralih ke sagu.

Sagu sudah berulang kali coba dipoperkan. Tahun lalu, sagu yang banyak tumbuh di Selatpanjang, Kepulauan Meranti dikenalkan dengan menggandeng Museum Rekor Indonesia (MURI).

Saat itu, di halaman kantor Gubernur Riau, sagu diajak "Menyapa Dunia" dengan menghadirkan hampir 400 hidangan berbahan sagu.

Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman juga mengajak masyarakat agar mempopulerkan makanan berbahan sagu. Mengingat, Riau punya potensi besar di komoditas ini.

Untuk mempopulerkan sagu, Gubri mulai mengganti sarapan paginya dengan hidangan sagu.

“Saya sekarang kalau sarapan pagi sudah mulai meninggalkan lontong dan beralih ke mie sagu. Termasuk tamu-tamu yang datang ke Riau, kita suguhi mie sagu,” ujar Gubri saat menghadiri Rakor Ketahanan Pangan Provinsi Riau di Hotel Mutiara, Jum’at (10/3/2017), dilansir laman Humasriau.go.id.

Di laman tersebut gubri mengatakan, selama ini Riau selalu mengalami defisit beras. Beras pun harus disuplai dari Sumbar dan Sumut. Padahal, Riau punya potensi sagu yang besar dan kualitasnya sangat baik.

“Di Meranti varian sagu sudah cukup banyak. Di Pekanbaru sendiri bahkan sudah ada 32 tempat yang menjual dan menyajikan makanan sagu dengan berbagai varian. Kita kaya akan sagu,” kata Gubri.

Ke depan, masyarakat Riau tidak boleh lagi tergantung pada migas. Selain harga yang sudah turun, produksi minyak di negeri lancang kuning juga makin berkurang.

“Oleh karena itu, kita harus gali potensi yang lain, seperti pariwisata, perikanan laut, termasuk pertanian dan perkebunan,” pungkasnya.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -