Cerita Tentang Jalan Unik di Senapelan: Hasyim Straat hingga Kota Baru

By Trip Riau  |  13 Maret 2017 18:48:36 WIB  |  Wisata Riau

Salah satu ruas jalan di kawasan Senapelan, kelurahan Kampung Bandar (Dok. tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Sebagai kawasan kota tuanya Pekanbaru, Senapelan punya banyak cerita dan jejak panjang sejarah. Termasuk juga tentang tiga ruas jalan yang ada di kawasan tersebut.

Ketiga jalan tersebut adalah Jalan Kota Baru, Jalan Saleh Abbas, dan Hasyim Straat yang berada di Kelurahan Kampung Bandar, Senapelan.

Ketiganya merupakan jalan bersejarah. Masing-masing punya cerita masa lalu yang menarik diketahui.

Jalan Kota Baru misalnya, ini dulunya jalan penting di Pekanbaru. Jalan Kota Baru ini menghubungkan kawasan di bawah jembatan Siak 3 hingga perempatan Pasar Bawah.

Di jalan yang banyak terdapat penjual ban bekas, nah disitulah Jalan Kota Baru.

Di tahun 1960 awal, Kota Baru merupakan jalan top di Pekanbaru. Di sekitar jalan inilah orang-orang ramai hanya untuk sekedar nongkrong maupun ngopi.

"Kalau di Bandung ada Braga, nah, di Pekanbaru tempat mejeng, ngumpul, dan ngopinya di jalan ini," cerita Osvian Putra, pegiat wisata di Pekanbaru saat kegiatan "Pekanbaru Heritage Walk", Ahad (12/3) kemarin.

Kedai Kopi Kimteng yang legendaris itu, pertama kali buka juga tidak jauh dari ruas jalan ini.

Sekarang, Jalan Kota Baru jadi pusat penjualan barang seken dari luar negeri. Terutama ban, velg dan onderdil alat berat.

Beberapa rumah lama bernuansa melayu juga masih dapat kita saksikan di ruas jalan tersebut.

Jalan Saleh Abbas juga merupakan jalan lama dan penuh sejarah di kawasan ini. Jalan Saleh Abbas berada di sisi kiri Pasar Bawah. Mulai dari Jalan Ahmad Yani ujung sampai kawasan Pelindo lama.

Berdasar cerita, Jalan Saleh Abbas diambil dari nama orang terkaya di Pekanbaru pada tahun 1920, yakni Saleh Abbas. "Dia merupakan orang melayu asli," cerita Osvian.

Hasyim Straat juga penuh cerita. "Straat" merupakan bahasa Belanda yang berarti Jalan. Di ruas jalan inilah Mesjid Raya dan makam pendiri kota Pekanbaru berada.

Hasyim Straat membentang hampir 200 meter antara Jalan Kota Baru dan Jalan Senapelan.

Sekarang, Hasyim Straat biasa disebut dengan Jalan Mesjid.

Hasyim Straat dibangun pada 1895, sejalan dengan dimulainya proyek pertama pembangunan Mesjid Raya Pekanbaru.

"Jalan ini dibangun pada periode "melepas lelah" Sultan Siak sehabis mengerjakan proyek besar di Siak. Waktu itu, Mesjid Raya masih berupa surau kayu. 'Masa mesjid kalian masih dari kayu, mesjid aku sudah dari batu'. Begitu kira-kira kata sultan ketika itu," cerita Osvian.

Sebagai penghormatan kepada sultan saat itu, maka jalan ini dinamakan Hasyim Straat.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -