Saatnya Pekanbaru Punya Kawasan Wisata Kota Tua yang Terkelola

By Trip Riau  |  14 Maret 2017 20:42:29 WIB  |  News

Rumah Singgah Sultan Siak (Dok. tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Pengembangan kawasan lama Senapelan bisa menjadi solusi bagi Pekanbaru yang selama ini dianggap minim objek wisata. Potensinya besar bila dikelola dan dikemas dengan baik.

Kawasan wisata kota tua di Jakarta dan Semarang bisa menjadi contoh. Mereka cukup berhasil mengelola kota tuanya jadi produk wisata bernilai jual. Revitalisasi dan restorasi mutlak diperlukan.

Sebagai kawasan yang menjadi cikal bakal lahirnya Kota Pekanbaru, posisi Senapelan sangat strategis. Senapelan bisa dijual dengan branding kota tua.

Banyak peninggalan sejarah tersisa di sana. Baik dalam bentuk arsitektur dan situs cagar budaya, tradisi, maupun kekayaan kuliner.

Tiap akhir pekan, kawasan Senapelan seakan menjadi magnet bagi pelancong. Tujuan utamanya adalah wisata belanja di Pasar Bawah.

Tapi sayang, wisatawan baru sekedar menikmati wisata belanja di kawasan lama Pekanbaru ini. Kawasan bersejarah di sana belum tersentuh wisatawan.

Destinasi Baru Pemasukan Baru

Ketua Asita Riau Dede Firmansyah berpendapat, sudah selayaknya Senapelan dijadikan objek wisata andalan kota.

"Destinasi baru bisa jadi pemasukan baru juga bagi Pekanbaru," kata Dede.

Saat ini, ujar Dede, Pekanbaru hanya menjadi tempat persinggahan wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke Sumatera Barat.

Wisatawan ini, memilih jalur darat ke Sumatera Barat supaya bisa melihat Jembatan Kelok 9 di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

"Nah, ini gimana caranya mereka bisa extend di Pekanbaru. Kita buatkan perjalanan seharian di Pekanbaru. Kawasan kota tua Senapelan bisa dijual untuk itu," jelas Dede.

Pengelolaan menjadi kata kunci dalam pengembangan kawasan kota tua. Banyak aspek bisa dikelola.

"Pemerintah kota bisa mempercantik kawasan kota tua. Misalnya, dulu dekat titik terminal lama ada plang 'Selamat Datang', sekarang itu bisa dibuat lagi. Dengan desain yang menarik," ujarnya.

Dede menambahkan, spot tugu titik nol bisa dipercantik dengan deretan foto-foto klasik. "Dan dua gedung kosong itu bisa dijadikan tempat nongkrong, cafe, atau resto,'' sebut Dede.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -