Ketika Garuda Indonesia Ikut Mendorong Kemajuan Pariwisata Riau

By Trip Riau  |  15 Maret 2017 19:05:11 WIB  |  News

GM Garuda Refki Riyantori saat menarima penghargaan Pekanbaru Marketing Champion 2017 bidang transportasi, Selasa (14/3), di Pekanbaru. (Istimewa)

TRIPRIAU.com - Tahun 2016 ditandai dengan menurunnya dana bagi hasil Riau dari sektor migas. Sebelumnya, sektor perkebunan lebih dulu menghadapi goncangan. Dua komoditi unggulan Riau, kelapa sawit dan karet menghadapi ketidakstabilan harga pasar. Keuangan daerah pun makin sulit.

Tidak ada cara lain kecuali mengoptimalkan pemasukan dari sektor lain, terutama pariwisata.

Pada 2015, Riau pun me-launching tagline "Riau the Homeland of Melayu" untuk menggairahkan sektor pariwisata di Bumi Lancang Kuning.

Pengembangan sektor pariwisata oleh pemerintah daerah membuka peluang baru diberbagai lini. Termasuk penerbangan.

Maskapai Garuda Indonesia juga ikut memanfaatkan peluang ini. Tak semata mengambil peluang, maskapai bintang lima ini juga ikut mendorong kemajuan pariwisata Riau.

Saat ekonomi melemah dan penerbangan bisnis menurun, Garuda Indonesia juga bisa tumbuh dari penerbangan leisure.

"Sektor pariwisata jadi peluang bagi Garuda Indonesia. Ini kita jual dan dorong supaya orang banyak datang ke Riau. Kita menyediakan penerbangan bisnis dan leisure. Ketika bisnis slow, kita pariwisata meningkat," jelas General Manager Garuda Indonesia Pekanbaru Refki Riyantori, pada ajang Indonesia Marketing Festival 2017 di Pekanbaru, Selasa (14/3).

Bulan lalu, Garuda Indonesia juga menginisiasi program "Riau Hore Vaganza". Berkolaborasi dengan hotel-hotel dan pegiat wisata yang ada di Pekanbaru.

Program ini diluncurkan untuk menarik banyak lagi kunjungan ke Riau. Terutama, saat masa low season dan di tengah makin menurunnya event-event nasional yang digelar di Riau.

Melalui program ini, maskapai bintang 5 tersebut mengajak para pelancong untuk datang ke Riau.

Sambil menikmati beragam khazanahnya, kulinernya yang lezat, hingga merasakan nuansa menginap di hotel-hotelnya yang nyaman.

Refki mengatakan, program ini tidak dirancang dengan muluk-muluk. Terpenting, ada nilai bisnis di dalamnya yang bisa bermanfaat untuk daerah.

‘’Ini berangkat dari kegalauan kita terhadap kota dan menurunnya event-event nasional di Riau. Kita mengalami keresahan yang sama. Ini program turun tangan kita untuk ‘menjual’ kota,’’ katanya beberapa waktu lalu.


Penulis: Rio Sunera



Tags:  -