Jadi Andalan Riau Menarik Pelancong, Begini Kondisi Bono Saat ini

By Trip Riau  |  20 Maret 2017 14:13:32 WIB  |  News

Para peselancar lokal sedang berselancar di ombak bono. (Doc.tripriau.com)

TRIPRIAU.com – Pemerintah Provinsi Riau baru saja me-launching kalender event pariwisata Riau, Kamis (16/3) lalu, di Jakarta. Ombak Bono jadi unggulan Riau untuk menarik lebih banyak pelancong ke Bumi Lancang Kuning.

Sebagai kawasan wisata yang digadang-gadang menjadi destinasi kelas dunia, bagaimana kondisi Bono saat ini?

Untuk aksesibilitas, kawasan wisata Bono bisa ditempuh lebih kurang 5 jam perjalanan dari ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru. Desa Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan jadi tujuan wisatawan untuk bisa menikmati Bono dari dekat.

Untuk mencapai Teluk Meranti, bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun sewa. Sangat sulit mencari transportasi umum via darat yang langsung menuju Teluk Meranti.  

Pilihan lainnya, bisa dengan menumpang speedboat melalui dermaga kecil yang berada di bawah jembatan Pangkalan Kerinci. Dermaga ini berada tidak begitu jauh dari Kota Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

Dari pelabuhan ini butuh waktu sekitar dua jam perjalanan untuk sampai di Teluk Meranti.

Bila via darat, kondisi jalan rusak akan ditemui di Jalan Lintas Bono. Jalan ini  menghubungkan Bunut dan Teluk Meranti. Memanjang lebih dari 80 kilometer. Sekitar 30-40 persen dari panjang ruas jalan ini belum diaspal.

Menjelang Teluk Meranti, kondisi jalan rusak dan berlubang. Terutama saat musim hujan, lubang-lubang menganga dan berlumpur.

Tapi tahun ini, pemerintah rencananya sudah menganggarkan perbaikan Jalan Lintas Bono tersebut.

Dari sisi amenitas, beberapa fasilitas penunjang wisata sudah mulai dibangun. Sudah ada hotel, wisma maupun homestay di Teluk Meranti.

Di Teluk Meranti juga ada beberapa tempat makan dengan dengan sajian khas tempatan.

Sarana penunjang lain, seperti tempat ibadah, toilet, tempat sampah, hingga air bersih bisa didapatkan. Meskipun dengan kondisi yang belum terlalu terkelola.

Lantas, dari sisi atraksi, wisatawan bisa menikmati lanskap Sungai Kampar yang khas, perkampungan khas melayu, hamparan pantai berpasir putih, hingga ritual belanja di pasar tradisional.

Di Teluk Meranti, juga berdiri sebuah Rumah Kreatif. Di sini, pengunjung bisa mencoba proses membatik bersama masyarakat tempatan.  

Atraksi utama tentu saja berselancar Ombak Bono Sungai Kampar. Selain peselancar lokal Teluk Meranti, surfer mancanegara juga kerap datang ke sini. Bagi sebagian peselancar bule, Ombak Bono merupakan destinasi favorit untuk berselancar. Sehingga beberapa surfer asing itu bisa datang berkali-kali ke Teluk Meranti.

Dengan menumpang kapal maupun speedboat, wisatawan juga bisa menyaksikan Ombak Bono dari dekat dan memotretnya. Ini juga jadi salah satu atraksi seru saat berada di Teluk Meranti.

Sebagai buah tangan, wisatawan juga bisa membawa pulang berbagai suvenir, cinderamata, hingga makanan. Misalnya, baju kaos, miniatur papan surfing, miniatur perahu lancang kuning, dan berbagai makanan tradisional Teluk Meranti.

KEK Pariwisata Provinsi Riau

Kementerian Pariwisata mengusulkan membangun Kawasan Eknomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Riau. Lahan seluas 600 hektar rencananya disiapkan untuk mendukung langkah tersebut. Lokasinya di Teluk Meranti dan Bono jadi jualan utama.

‘’Kita akan jadikan KEK Pariwisata di Riau. Rumusnya ada tiga A. Atraksinya apa? Kalau bono itu bisa surfing tingkat dunia, jadi surfing di sungai,’’ kata Menpar Arief Yahya, seperti dilansir Kompas.com.

Arief menyebut, nanti di kawasan Teluk Meranti tersebut akan dibangun wisata golf. Juga penginapan minimal standar bintang empat.

Bila terwujud, KEK Pariwisata Riau akan menyusul KEK Pariwisata lainnya di Indonesia, seperti Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Danau Toba, dan Morotai.

Penulis: Rio Sunera 

 



Tags:  -