Wisata Religi ke Mesjid Jami’ Air Tiris, Ini Cerita Unik Dua Tiang Induk Mesjid

By Trip Riau  |  22 Maret 2017 08:01:36 WIB  |  Wisata Riau

Suasana di bagian dalam Mesjid Jami' Airtiris, Kampar. (Dok. tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Riau sebagai daerah Melayu sangat kental dengan nuansa Islami. Tidak hanya sisi kehidupan warganya yang relijius, tetapi juga banyaknya peninggalan masa lalu sebagai bukti sejarah perkembangan Islam di Riau, termasuk mesjid.

Salah satunya adalah Mesjid Jami’ Air Tiris yang berlokasi di Desa Tanjung Berulak, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Kalau dari Pekanbaru hanya menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam saja.

Mesjid Jami’ punya empat tiang penyangga. Dua dari empat tiang penyangga utama yang ada di dalam masjid yang berusia lebih dari seabad ini memiliki perbedaan.

Jika diperhatikan dengan baik, dua tiang induk tersebut memiliki ukiran yang membedakannya dengan yang lain.  Dua tiang ini memiliki cerita tersendiri. Dua tiang induk itu bernama ‘Kayu Banjau Sawah’ dan ‘Kayu Banjau Tanjung Bolik’.

Kayu Banjau Sawah

Kayu Banjau Sawah diberi ukiran dengan tulisan ‘Basmallah’. Sebab, ada keanehan ketika proses pencarian kayu di hutan pada saat pembangunan awal mesjid.

Dikisahkan pada zaman dahulu, masyarakat mencari kayu di hutan yang jauh, bahkan hampir mendekati hutan Tapung. Setelah hampir putus asa, akhirnya masyarakat menemukan kayu yang dicari. Namun, karena hari sudah mulai senja, mereka memutuskan untuk bermalam dibawah pohon tersebut dan memotongnya keesokan hari.

Keanehan yang terjadi adalah, ketika pagi pohon tersebut tidak ada lagi. Datuk Ongku Mudo Sangkal, yang merupakan penggagas berdirinya Mesjid Jami’ juga ikut dalam rombongan.

Beliau lalu berdoa kepada Allah SWT. Beberapa saat setelahnya, beliau mengajak rombongan untuk berjalan. Tak jauh dan tidak terlalu lama, akhirnya mereka melihat pohon yang mereka cari. Kemudian pohon itu ditebang dan dibawa ke daerah dimana masjid akan dibangun. Karena keanehan dan keajaiban itulah, tiang dari kayu ini diberi ukiran dengan kalimat “Basmallah”.

Kayu Banjau Tanjung Bolik

Hampir sama dengan Kayu Banjau Sawah, Kayu Banjau Tanjung Bolik juga memiliki cerita menarik dibalik ukiran “Bismillahirrahmanirrahim” yang ada di tiangnya.

Pada saat pencarian kayunya tidak ada kesulitan, dengan mudahnya masyarakat menemukannya yang kemudian langsug ditebang dan diikat. Karena terasa sangat ringan, tanpa sadar, kayu ini terhunjam ke dalam lumpur saat hendak membawanya keluar dari hutan.

Masyarakat kesulitan menarik kayu tersebut, sebelum akhirnya Datuk Ongku Mudo Sangkal membantu masyarakat dan berhasil mengeluarkannya.

Sekali lagi, kayu terlepas dan menabrak sebatang pohon besar yang di atasnya ada sarang lebah yang sangat besar. Karena terkejut, lebah-lebah ini berterbangan keluar sarang.

Datuk Ongku Mudo Sangkal, yang merupakan seorang alim ulama, menaiki pohon tersebut dan membacakan doa. Lebah yang berterbangan itu kembali masuk ke sarang dan sarang tersebut dipindahkan ke pohon lain. Sehingga kayu yang besar itu bisa kembali dibawa oleh masyarakat.

Tak hanya sampai disitu, keanehan lain juga terjadi saat kayu tersebut berhasil dibawa keluar hutan dan diletakkan di pinggir jalan.

Banyak anak-anak berlarian di atas kayu tersebut. Sengaja atau tidak, ada seorang anak yang terkencing di atasnya. Beberapa saat setelahnya anak ini pingsan.

Lalu, Datuk Ongku Mudo Sangkal menyuruh masyarakat untuk menyiram kayu itu dengan air, lalu airnya diberikan kepada si anak yang pingsan. Ternyata manjur, anak itu sadar dan sehat kembali.

Atas keanehan-keanehan inilah kayu yang menjadi tiang utama dari Masjid Jami’ AirTiris diberi tanda dengan ukiran kalimat “Basmallah” dan “Bismillahirrahmanirrahim”. Jangan lupa lihat tiangnya kalau kamu mengunjungi Mesjid Jami’, ya.

Penulis: Tika Azaria

Editor: Rio Sunera



Tags:  -