Sekali Waktu Datanglah ke Mesjid Jami’ Air Tiris, Ada Cerita Aneh Batu Kepala Kerbau

By Trip Riau  |  23 Maret 2017 10:05:54 WIB  |  Wisata Riau

Beberapa pengunjung melihat batu kepala kerbau yang berada dalam bak di bagian belakang Mesjid Jami' Air Tiris, Kampar. (Dok. tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Sebagai warisan masa lalu, Mesjid Jami’ Air Tiris punya banyak cerita aneh dan unik. Cerita aneh ini bahkan terdengar mustahil. Termasuk cerita tentang batu kepala kerbau yang katanya bisa berpindah-pindah posisi.

Buat yang sudah pernah berwisata religi ke Masjid Jami’ yang berada di Pasar Usang, Tanjung Berulak, Kampar, pasti tahu keberadaan kepala kerbau tersebut. Batu ini sekarang diletakkan di dalam bak yang berada di bagian belakang masjid.

Disebut batu kepala kerbau, karena memang bentuknya mirip dengan kepala kerbau.

Amirudin Khatib, seorang penjaga Masjid Jami’Air Tiris mengatakan, batu kepala kerbau ini awalnya ditemukan di Pulau Godang, Bangkinang.

“Awalnya masyarakat mencari batu untuk dijadikan sondi (pondasi, red). Tapi batu besar yang di temukan di Pulau Godang ini punya keanehan, ketika ingin dijadikan sondi dia berpindah dari posisinya,” jelas Udin, begitu beliau disapa, kepada Tripriau.com beberapa waktu lalu.

Tidak hanya sering berpindah tempat tanpa tahu siapa yang memindahkannya. Batu ini juga akan mengeluarkan suara seperti kerbau jika kekeringan. Suara itu diyakini sebagai tanda bahwa batu tersebut kehausan. Masih berdasarkan cerita Udin, jika batu ini bersuara layaknya kerbau, maka ekornya yang berada di Johor Malaysia juga ikut berkibas-kibas.

Karena keanehan itulah, masyarakat memutuskan untuk memasukkan batu kepala kerbau ke dalam bak atau orang Kampar menyebutnya “Kulah” dan direndam dengan air.

Bak ini letaknya persis di belakang masjid, air dalam bak ini juga bisa dijadikan untuk berwudhu.

Sejak direndam dalam air bak tersebut, batu kepala kerbau hingga sekarang tak pernah lagi berpindah tempat. Bahkan sekarang air dalam bak tersebut dipercaya masyarakat dapat mendatangkan jodoh bagi yang belum punya pasangan.

“Banyak masyarakat sekitar bahkan pengunjung dari luar yang mengambil air rendaman batu kepala kerbau itu untuk mengobati penyakit dan buat yang belum bertemu jodoh. Tentu dengan berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT,” cerita Udin.

Selain itu, ada juga masyarakat yang bernazar dengan mengadakan makan bersama di dekat batu berbentuk kepala kerbau ini.

Untuk kamu ketahui, batu kepala kerbau ini punya ukuran yang cukup besar. Panjang dari mulut ke belakang kepala saja sekitar 57 cm, tingginya 34 cm, dan lebar mulutnya 24 cm. Sedangkan untuk beratnya sendiri tidak diketahui, konon menurut cerita besar batu ini terus bertambah.

Penulis: Tika Azaria

Editor: Rio Sunera



Tags:  -