'Pekanbaru Dialog' Green Radio Pekanbaru

Mewujudkan Transportasi Kota Ramah Lingkungan

By Trip Riau  |  24 Maret 2017 10:45:16 WIB  |  News

Suasana Program 'Pekanbaru Dialog' yang diadakan Green Radio Pekanbaru, Kamis (23/3) sore. (Muhammad Ridho / tripriau.com)

TRIPRIAU.com – Mewujudkan transportasi ramah lingkungan jadi tantangan besar di perkotaan. Tingginya jumlah kendaraan bermotor terus memicu dampak negatif berupa polusi. Akibatnya, warga kota semakin jauh dari lingkungan yang ramah dan hijau.

Pekanbaru sebagai kota berkembang juga menghadapi masalah serupa. Polusi jadi ancaman. Sistem pelayanan transportasi umum yang belum optimal, diperparah dengan tingginya pertumbuhan kendaraan bermotor.

Dalam situasi ini, peran pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan dunia usaha – terutama produsen otomotif – sangat penting.

Branch Manager Astra Daihatsu Pekanbaru Saulius Farlyan mengatakan, selain pabrik, tingginya jumlah kendaraan bermotor menjadi penyumbang efek terbesar karbon.

Dia menyampaikan, data dari Dinas Perhubungan menyebut, pertumbuhan jumlah kendaraan di Pekanbaru mencapai 2.700 unit per bulan.

‘’Coba bandingkan dengan Sumatera Barat yang laju pertumbuhannya hanya 1.500 unit per bulan,’’ katanya pada acara Pekanbaru Dialog dengan tema ‘Membangun Pekanbaru dalam Perspektif Hijau’ yang diadakan Green Radio, Kamis (23/3) sore, di Coffee Toffee, Pekanbaru.

Untuk mewujudkan transportasi ramah lingkungan tersebut, Astra Daihatsu selaku produsen bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Astra yang core bisnisnya otomotif, mengeluarkan mobil jenis Low Cost Green Car (LCGC) untuk konsumen di Indonesia sejak 2015.

‘’Pemerintah memberikan subsidi untuk produsen ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) yang memproduksi mobil ramah lingkungan,’’ sebutnya.

Saulius menambahkan, di Riau, mobil berjenis green car yang dikeluarkan Daihatsu terjual dengan rataan 150-200 unit perbulan.

‘’Kita melihat masyarakat di Indonesia butuh kendaraan yang irit dan terjangkau. Itulah yang matching dengan tema kita yang mengeluarkan beragam varian,’’ ujarnya.

Selain itu, Astra Daihatsu secara rutin juga memberikan edukasi mengendarai mobil yang benar kepada konsumen. ‘’Selama ini cara mengemudi kita banyak yang salah. Dan itu berpengaruh terhadap emisi dan boros bensin, serta polusi. Kita edukasi masyarakat,’’ terangnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Sarwono yang juga hadir pada ‘Pekanbaru Dialog’ menyampaikan, dalam persoalan emisi pemerintah kota berusaha untuk membuat sebuah aturan yang solutif.

‘’Saat ini baru sebatas pengujian terhadap angkutan barang, belum kendaraan pribadi. Itu tiap hari kita lakukan sampai 200 kendaraan perhari. Kendaraan pribadi belum dilakukan secara berkala. Emisi dan gas buang secara situasional bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup kita lakukan di ruas jalan-jalan tertentu,’’ paparnya.

Saat ini, Dishub membuat rancangan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Salah satunya memaksimalkan layanan Trans Metro Pekanbaru, baik perluasan trayek maupun jumlahnya.

‘’Meskipun kontraindikasi, sebab kita tidak bisa menghalangi orang membeli mobil. Tapi, mengontrol, mengendalikan, dan memaksimalkan pelayanan angkutan umum bisa kita lakukan,’’ ujarnya.

Saat ini, menurut Sarwono, sudah ada 7 trayek yang dilayani Trans Metro Pekanbaru. ‘’Sudah nyaman, ada AC, pelayanan sudah sampai jam delapan malam. Keamanan kita jamin, sebab driver, pramugara itu semua dari Dishub,’’ tutur Sarwono.

Berdasar kajian Dishub, saat ini sudah ada peningkatan jumlah pengguna angkutan umum di Pekanbaru. Meski, persentasenya belum begitu signifikan. ‘’Perilaku masyarakat yang konsumtif dan ikutan tren masih jadi tantangan buat kita,’’ katanya.

Saat ini, Pemerintah Kota Pekanbaru juga sudah mencanangkan dan menggalakkan program ‘Kamis Bersih Tanpa Polusi Asap’ (Kasih Papa). ‘’Sementara program ini masih fokus kepada PNS, belum mengarah kepada masyarakat,’’ sebutnya.

Penulis: Rio Sunera     



Tags:  -