‘Jazz dan Anak Muda’ Indonesia Dimata Musisi Amerika

By Trip Riau  |  25 Maret 2017 21:02:31 WIB  |  News

Musisi jazz AS Jerry Pellegrino saat tampil pada Bono Jazz Festival 2015. (Dok. tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Jerry Pellegrino, musisi Jazz asal Amerika Serikat hadir kembali memeriahkan rangkaian event menuju Bono Jazz Festival 2017, setelah tahun lalu absen karena kesibukan. Hubungan pertemanan yang baik dengan founder Bono Jazz Festival, serta kecintaan terhadap musik jazz diakuinyajadi alasanmendukung festival musik dan wisata Bono ini.

Pria asal California ini menggelar penampilan spesial pada 'Jazz After Hour' yang diadakan Jumat (24/3) malam.

Dengan konsep nge-jazz di pinggir kolam renang di ketinggian lantai 15 Tangram Hotel, pria yang identik dengan topi merah ini tampil semangat memainkan musik jazz, meski kondisinya tidak terlalu sehat.

Tripriau.com tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berdiskusi dengan Jerry mengenai geliat perkembangan musik jazz di tanah air. Terutama di kalangan anak muda.

Masih Miskin Konsep Jazz

Jika dinilai dari ajang Band Competition yang diselenggarakan oleh BJF 2017, terlihat ada perkembangan minat anak muda terhadap musik Jazz. Meski pemahaman mereka akan jazz masih kurang.

“Tapi persepsi mereka lebih ke fusion,” ungkap Jerry kepada tripriau.com.

Fusion sendiri merupakan genre musik yang menggabungkan musik jazz dengan genre musik lain, seperti rock, R&B, electro, bahkan musik klasik dan lagu daerah sekalipun. Seperti yang diperdengarkan pada malam itu, jazz dengan gabungan musik Melayu.

Jerry menjelaskan, menggabungkan musik jazz dengan aliran musik lain sah-sah saja selama konsep dasar mereka tentang jazz dan musik yang digabungkan tersebut kuat.

“Pemain musik jazz Indonesia memainkan jazz, tapi jazz-nya hilang. Karena masih miskin akan konsep jazz itu sendiri,” jawabnya.

Ketika misalnya menggabungkan jazz dengan musik Melayu, harusnya dua genre ini saling mengisi, bukan malah tumpang tindih.

Banyak pemain Jazz muda di Indonesia umumnya masih salah persepsi mengenai musik jazz. Genre yang mereka kira jazz tetapi sebenarnya adalah fusion. “But Joey (Alexander, red) is the exception,” tegasnya.

Oleh sebab itu, anak muda yang memiliki minat terhadap aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat yang berakar dari musik Afrika dan Eropa ini, harus banyak membaca literatur, mengikuti berbagai workshop, dan training.

Kebiasaan Meniru, Bukan Mempelajari

Ciri orang Indonesia bahkan seluruh Asia secara global identik dengan hanya meniru musik Jazz yang dimainkan oleh musisi lain. Semakin banyak dan mudahnya akses untuk mempelajari musik Jazz tidak digunakan dengan baik.

“Indonesia bahkan Asia, pemain Jazz kebiasaan meng-copy, bukan mempelajari. Mereka gak kreatif,” jawab Jerry.

Jazz adalah jenis musik yang harus dipelajari dan dihidupkan dalam diri pemusiknya. Kebanyakan orang hanya meniru tanpa mencari tahu kenapa musiknya dimainkan seperti itu.

“Anak muda harus diberikan contoh, tapi jangan meniru orang lain. Tunjukkan konsep diri. Jangan takut salah. Dalam jazz kita perlu menjadi diri sendiri,” tegasnya lagi.

Jerry mengungkapkan,bahkan hingga sekarangpun ia masih terus belajar, berlatih bermain musik jazz setiap hari.

Jazz is a lifestyle, everyday you have to live it,” tutup musisi Amerika tersebut.

Penulis: Tika Azaria

Editor: Rio Sunera



Tags:  -